Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Instrumen Investasi saat Suku Bunga Tinggi, Apa Saja?
ilustrasi suku bunga (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Ada beberapa instrumen investasi saat suku bunga tinggi yang berpotensi menawarkan imbal hasil kompetitif, seperti obligasi dan SBN.

  • Deposito serta reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap menjadi opsi dengan risiko rendah bagi investor yang fokus pada stabilitas.

  • Ketika suku bunga naik, strategi yang bisa dilakukan mencakup mengamankan dana darurat, diversifikasi, dan evaluasi portofolio secara berkala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen per Agustus 2026. Di tengah kondisi tersebut, pergerakan suku bunga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi imbal hasil berbagai instrumen investasi.

Ketika suku bunga berada di level tinggi, beberapa instrumen berpotensi menawarkan imbal hasil yang lebih menarik. Apa saja instrumen investasi saat suku bunga tinggi? Berikut beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan.

Daftar instrumen investasi saat suku bunga tinggi

1. Obligasi

Kenaikan suku bunga acuan sering kali memberikan tekanan pada instrumen berbasis ekuitas. Di pasar saham, pasar berisiko terkoreksi akibat beban pinjam emiten meningkat dan laba bersih berpotensi tergerus. 

Tidak sedikit investor kemudian mulai berinvestasi pada instrumen investasi saat suku bunga tinggi, seperti obligasi. Momentum suku bunga naik bisa dimanfaatkan untuk mengunci imbal hasil (yield) di level yang relatif tinggi sebelum siklus berbalik.

Meski menarik bagi investor baru, peluang kenaikan yield perlu dicermati bagi investor yang sudah memiliki obligasi. Ketika yield meningkat, harga obligasi berpotensi mengalami tekanan. Sebaliknya, nilai obligasi dapat meningkat di saat yield turun.

2. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara atau SBN adalah salah satu jenis obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. SBN menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko lebih rendah karena dijamin oleh negara.

Kenaikan suku bunga acuan biasanya diiringi oleh kenaikan yield obligasi. Investor dapat mengamankan imbal hasil lebih tinggi lewat pembelian SBN kupon tetap hingga jatuh tempo.

SBN ritel dengan kupon yang mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) juga cukup populer saat suku bunga naik. Alasannya, nilai kupon berpeluang naik dan tidak akan turun dari batas bawah minimal yang ditentukan.

3. Deposito

Pilihan instrumen investasi saat suku bunga tinggi berikutnya adalah deposito. Produk perbankan ini cocok bagi Anda yang mengutamakan stabilitas dengan risiko rendah dalam jangka pendek hingga menengah.

Tingkat bunga deposito biasanya mengikuti kebijakan bank sentral, sehingga berpeluang memberikan return lebih menarik saat suku bunga naik. Anda dapat memanfaatkan tenor 1–3 bulan agar imbal hasil tidak tergerus apabila suku bunga kembali naik.

Namun, instrumen tersebut memiliki keterbatasan likuiditas. Anda tidak bisa mencairkan dana sebelum jatuh tempo. Jika dicairkan lebih awal, ada denda dan biaya lain yang dibebankan kepada nasabah.

4. Reksa dana

Kenaikan suku bunga dapat dijadikan peluang untuk memulai membangun posisi di investasi reksa dana. Ada beberapa produk reksa dana yang biasanya diincar, seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. 

Potensi yield keduanya dapat meningkat berkat keputusan yang diambil oleh manajer investasi. Mereka umumnya menyebar dana ke obligasi baru atau instrumen berbasis pasar uang agar tetap optimal di tengah perubahan suku bunga.

Meski menawarkan imbal hasil kompetitif, reksa dana bukan instrumen yang pasti memberikan kenaikan ketika suku bunga tinggi. Tetap ada risiko yang perlu diperhatikan, seperti risiko durasi hingga biaya tambahan.

Oleh karena itu, perlu melihat kualitas aset dan strategi manajemen investasi sebelum mengambil keputusan. Instrumen investasi ini dapat dipertimbangkan untuk tujuan jangka pendek hingga menengah. 

Strategi investasi saat suku bunga tinggi

Dampak kenaikan suku bunga tinggi dapat diantisipasi dengan menyusun strategi yang tepat. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko pasar akibat kenaikan suku bunga. Berikut langkah praktis yang dapat dicoba:

  • Perkuat fondasi keuangan dengan membangun dana darurat terlebih dahulu

  • Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi sebelum mengambil keputusan

  • Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko

  • Bandingkan return setelah memperhitungkan risikonya

  • Hindari mengejar return tinggi karena suku bunga sedang tinggi

  • Lakukan diversifikasi portofolio agar risiko tidak terpusat pada satu aset

  • Evaluasi portofolio secara berkala sesuai kebutuhan.

Jadi, sejumlah instrumen investasi saat suku bunga tinggi dapat dipertimbangkan dalam menyusun portofolio. Dengan strategi tepat dan manajemen risiko, diversifikasi dapat dilakukan lebih baik.

FAQ seputar instrumen investasi saat suku bunga tinggi

Investasi apa yang cocok saat suku bunga tinggi?

Ada beberapa instrumen yang dapat dipertimbangkan, seperti obligasi, SBN, deposito, hingga reksa dana.

Apa investasi paling aman saat suku bunga tinggi?

Deposito dapat dipertimbangkan karena menawarkan risiko rendah dengan tingkat imbal hasil kompetitif saat suku bunga naik.

Apakah obligasi bagus saat suku bunga tinggi?

Ya. Obligasi termasuk pilihan menarik saat suku bunga tinggi karena menawarkan kupon kompetitif.

Apakah reksa dana menguntungkan saat suku bunga tinggi?

Ya. Reksa dana cukup menguntungkan dan tahan terhadap kenaikan suku bunga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article