Melalui IPO, JECX menawarkan sekitar 487,98 juta saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dengan harga Rp1.250 per saham.
Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana Rp609,98 miliar, terdiri atas dana dari penerbitan saham baru dan penjualan saham divestasi.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, melunasi sebagian pinjaman bank, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
Salah satu proyek utama yang akan dibiayai ialah pembangunan JEC Bali Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital tersebut dirancang untuk menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan sekaligus mendukung pengembangan medical tourism di Indonesia.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk, mengungkapkan perseroan sempat menunda IPO karena kondisi pasar saham yang kurang kondusif. Namun, manajemen akhirnya memutuskan tetap melantai di bursa dengan keyakinan bahwa fundamental perusahaan tetap kuat.
"Bagi kami, hal terpenting adalah fundamental internal perusahaan yang tetap kokoh. Pergerakan harga saham naik-turun di bursa adalah mekanisme pasar yang wajar. Berdasarkan keyakinan tersebut, kami memutuskan untuk tetap melangkah maju, dan alhamdulillah hari ini dengan dukungan penuh seluruh tim, proses IPO JECX dapat berjalan dengan sangat lancer," ujar Johan dalam jumpa pers di Main Hall BEI, Selasa (7/7).