Jakarta, FORTUNE - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan penjualan neto senilai Rp1 triliun per 30 Juni 2026, naik 51,72 persen (YoY) dari Rp662,37 miliar pada periode yang sama di 2025.
Segmen minuman menyumbang penjualan bersih senilai Rp1,02 triliun, naik dari Rp688 miliar pada tahun lalu. Kemudian, segmen makanan membukukan penjualan sebesar Rp138,18 miliar, yang juga naik dari Rp71,45 miliar. Sementara segmen lain-lain meraih penjualan bersih sebesar Rp5,95 miliar, naik dari Rp3,2 miliar.
Jumlah penjualan tersebut dikurangi dengan diskon penjualan dan potongan lainnya senilai hampir Rp163,12 miliar.
Pertumbuhan penjualan FORE sendiri diiringi dengan kenaikan beban pokok penjualan dari Rp253,11 miliar pada semester pertama 2025, menjadi Rp382,92 miliar pada semester pertama 2026. Selain itu, beban operasional FORE juga naik dari Rp363,62 miliar menjadi Rp539,81 miliar. Begitu juga dengan beban penjualan yang meningkat menjadi Rp446,98 miliar serta beban umum dan administrasi yang tumbuh menjadi Rp92,83 miliar.
Kendati demikian, perseroan tetap dapat membukukan laba kotor sebesar Rp622,02 miliar, bertumbuh dari Rp409,26 miliar. Laba operasional FORE juga masih naik sebesar 80,11 persen (YoY) dari Rp45,64 miliar menjadi Rp82,21 miliar.
Sejalan dengan itu, laba bersih FORE turut meningkat 34,4 persen (YoY) dari Rp42,03 miliar menjadi Rp56,5 miliar pada akhir Juni 2026, dari sebelumnya Rp42,03 miliar. Hal tersebut ikut meningkatkan laba per saham dasar (EPS) dari Rp5,58 menjadi Rp6,33.
Dari segi neraca, FORE mencatatkan total aset sebesar Rp1,26 triliun, naik dari Rp1,16 triliun pada akhir 2025. Ekuitas bersih perseroan juga meningkat dari Rp680,58 miliar menjadi Rp737,69 miliar. Begitu pula dengan liabilitas yang tumbuh dari Rp479,58 miliar menjadi Rp521,68 miliar.
Harga saham FORE menguat 1,64 persen ke Rp620 pada perdagangan Senin (20/7) sore.
