Comscore Tracker
MARKET

BUMN PTPP Bidik Laba Naik 18% Tahun Ini, Berikut Strateginya

Strateginya pengelolaan investasi dan divestasi aset.

BUMN PTPP Bidik Laba Naik 18% Tahun Ini, Berikut StrateginyaPembangunan gedung bertingkat berlangsung di Jakarta, Selasa (9/11/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk membidik perbaikan kinerja tahun ini. BUMN sektor konstruksi itu telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis demi memperkuat neraca keuangan.

“PP membidik perolehan laba bersih perusahaan tumbuh sekitar 18 persen dan kontrak baru tumbuh sekitar 47 persen pada 2022 ini dibandingkan realisasi 2021,” demikian pernyataan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP, Agus Purbianto, dalam keterangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip pada Jumat (21/1).

Pada kuartal ketiga 2021, PP beroleh laba Rp129,42 miliar, atau naik 207,4 persen dari Rp42,09 miliar pada periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sebagai perbandingan, laba perseroan pada triwulan ketiga 2019 atau sebelum pandemi COVID-19 sebesar Rp519,24 miliar.

Pendapatan BUMN tersebut pada Juli-Agustus 2021 naik 10,8 persen menjadi Rp11,21 triliun. Kondisi itu berkat pendapatan utama dari konstruksi yang tumbuh 8,2 persen menjadi Rp10,55 triliun.

Demi mencapai target pertumbuhan, kata Agus, perseroan menyiapkan berbagai strategi kebijakan, yaitu perluasan penetrasi pasar khususnya pada sektor unggul, fokus pada portofolio pemerintah dan BUMN, peningkatan investasi, dan peningkatan balance sheet dengan berkhidmat pada asset recycling. Berikut perincian sejumlah strateginya.

Pengelolaan investasi

Strategi peningkatan pengelolaan investasi diterapkan dengan mengoptimalkan program investasi di Kawasan Industri Terpadu (“KIT”) Batang, kata Agus. Perseroan punya peluang kontrak baru konstruksi dari investasi tersebut, yakni dari pekerjaan infrastruktur maupun pembangunan pabrik.

PTPP masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, seperti pematangan lahan seluas 2.650 Ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dryport, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur dan utilitas lainnya.

Sekretaris Perusahaan PTPP, Yuyus Juarsa, dalam keterbukaan informasi pada Senin (17/1), mengatakan PTPP membidik perolehan kontrak baru senilai Rp31 triliun tahun ini, meningkat dari Rp21 triliun tahun sebelumnya. Perolehan kontrak baru itu bakal berasal dari pengerjaan gedung, jalan dan jembatan, industri dan lainnya.

Asset recycling

Menurut Agus, PTPP pada tahun sama melakukan divestasi pada sektor nonproperti maupun properti. Di sektor nonproperti, PTPP akan melakukan divestasi pada penjualan alat berat konstruksi. Hasil divestasi itu akan digunakan untuk pembaruan dan investasi alat-alat baru sesuai kebutuhan perseroan.

Perseroan juga akan melakukan divestasi dengan melepas saham empat perusahaan patungan yang didirikan oleh PTPP maupun anak usaha, baik di sektor properti, pembangkit listrik, maupun minyak bumi. Hal tersebut dilakukan dengan mekanisme pelepasan aset.

Dalam program ini, PTPP menawarkan peluang kepada para investor untuk memiliki 19 aset properti yang akan dilepas dalam jumlah besar, katanya. Aset properti tersebut berlokasi di kota-kota besar, terdiri dari bangunan tinggi (apartemen siswa, apartemen premium, hingga apartemen murah-medium) dan lahan kosong dengan total area 46,1 hektare. Salah satu asetnya Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Jawa Barat.  

Menurut Agus, program tersebut merupakan alternatif pendanaan dari sisi ekuitas selain dari sumber pendanaan lainnnya. Itu juga untuk memperbaiki struktur permodalan perusahaan dengan menekan kenaikan utang berbunga.

“Sejalan dengan program transformasi perusahaan BUMN yang dicanangkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, PTPP berharap dengan aksi korporasi tersebut dapat meningkatkan kinerja induk dan anak perusahaan,” katanya.

Pada saat berita ini ditulis, harga saham PTPP mencapai Rp910 per saham. Dalam enam bulan terakhir, saham emiten tersebut turun 0,55 persen dan setahunan terkoreksi 56,46 persen.

Related Articles