Jakarta, FORTUNE - PT Mandiri Manajemen Investasi menjadi salah satu dari lima Manajer Investasi (MI) yang merilis produk ETF pada pekan ini. Perusahaan menargetkan total Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan ETF emas Rp1 triliun dalam jangka panjang.
Target tersebut akan perusahaan bangun seiring dengan meningkatnya pemahaman investor terhadap produk ETF emas dan perkembangan ekosistem pasar emas di Indonesia. Sebagai konteks, produk ETF emas Mandiri Manajemen Investasi adalah Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES).
Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, mengatakan, peluncuran XMES bertujuan menangkap perubahan preferensi investor serta memperluas pilihan instrumen investasi berbasis aset riil di pasar modal. "Tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini," kata Hardiyanto dalam keterangan resmi, Selasa (11/8).
XMES menggunakan emas fisik sebagai underlying asset. Dari total NAB, minimal 95 persen ditempatkan pada emas fisik, sedangkan porsi maksimal 5 persen dialokasikan pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan/atau kas serta setara kas sesuai ketentuan berlaku.
Pengelolaan XMES turut melibatkan Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai bank kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan, serta PT Pegadaian sebagai penyedia emas dan penyimpan emas.
Mandiri Investasi melihat emas tetap relevan sebagai investasi jangka panjang, didukung oleh kinerja historis dan dinamika permintaan global. Berdasarkan kajian Mandiri Investasi per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9 persen per tahun dalam 20 tahun terakhir dan 18 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Di sisi lain, permintaan investasi emas global meningkat 84 persen menjadi 2.175 ton pada 2025, sementara produksi tambang tumbuh kurang dari 1 persen per tahun dalam satu dekade terakhir.
Direktur Investasi Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R. Salimsyah, mengatakan, menilai, kombinasi antara pertumbuhan permintaan dan keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.
"Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang," kata Ernawan.
