Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Mansek: IHSG Bisa Ditutup 6.810 di 2026, Ini Sektor Pilihannya

Mansek: IHSG Bisa Ditutup 6.810 di 2026, Ini Sektor Pilihannya
IHSG.
  • Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG ditutup di 6.810 pada akhir 2026 dalam skenario dasar, ditopang pertumbuhan laba per saham emiten 46 persen dan risk-free rate 6,8 persen.
  • Skenario optimistis menempatkan IHSG di 7.470 dengan pertumbuhan EPS 50 persen, sedangkan skenario bearish di 5.920 dengan EPS 39 persen.
  • Sektor unggulan semester II 2026 mencakup emas, tembaga, nikel, migas, kesehatan, rokok, telekomunikasi, dan keuangan; top picks termasuk ANTM, MEDC, ISAT, serta BBCA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Mandiri Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan laba per saham (earnings per share) emiten 46 persen hingga akhir 2026, dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di 6.810.

Angka itu merupakan skenario dasar dengan tingkat bebas risiko (risk-free rate) sebesar 6,8 persen. Itu mengacu pada tingkat pengembalian (return) teoritis investasi yang dinilai tak berisiko gagal bayar.

"Proyeksi kami secara bullish, jika memang ada equity risk premium lebih baik direfleksikan dengan risk-free rate yang lebih rendah, itu seharusnya bisa di 7.470," kata Head of Equity Research, Equity Strategist, Banking Analyst Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat dalam acara Mandiri Macro & Market Brief, dikutip Jumat (4/9).

Pada skenario optimistis itu, laba per saham emiten diproyeksikan dapat bertumbuh hingga 50 persen. Sementara risk-free rate-nya hanya 6,55 persen.

Di sisi lain, dalam skenario bearish, Mandiri Sekuritas memperkirakan IHSG ditutup di level 5.920 pada akhir 2026. Pertumbuhan EPS-nya diproyeksi sebesar 39 persen, dengan risk-free rate 7,05 persen.

Mandiri Sekuritas pun memproyeksikan IDX80 akan menyentuh level 107,2 pada akhir tahun ini dalam skenario dasar. "Dengan demikian kami memproyeksikan tingkat kenaikan nilai lebih tinggi seiring dengan potensi perbaikan flows ke emiten-emiten bluechip nasional," ujar Kresna.

Secara garis besar, Mandiri Sekuritas menyoroti empat sentimen yang memengaruhi laju IHSG di sisa 2026, meliputi:

  • Keuntungan struktural di sektor hilirisasi mineral, logam mulia nasional, serta pengembangan sektor energi.
  • Keberlanjutan kebijakan fiskal pro-people, yang berpotensi menyokong pertumbuhan laba emiten.
  • Investor dan fund managers berpotensi lebih restriktif dalam mengalokasikan investasi karena adanya kenaikan cost of capital.
  • Perubahan struktur industri karena kebijakan pemerintah berpotensi menjadi dasar investor melakukan rotasi sektor lebih agresif. Akibatnya, investor disebut tak lagi hanya berkonsentrasi pada sektor tradisional (seperti perbankan dan barang konsumsi), tapi juga mulai meninjau sektor-sektor yang berpeluang menuai dampak positif dari program nasional.

"Dengan demikian kami menempatkan, segmen-segmen yang menjadi andalan untuk semester-II 2026 itu berpusat pada emas, tembaga, nikel, minyak dan gas, kesehatan, tembakau atau rokok, telekomunikasi, dan juga keuangan," kata Kresna.

Saham-saham yang masuk dalam daftar top picks Mandiri Sekuritas adalah ANTM, AMMN, ARCI, INCO, MEDC, GGRM, AMRT, MIKA, ISAT, dan BBCA.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More