Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada Jumat (19/6), setelah ditutup turun 0,78 persen ke level 6.172.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG mampu pullback di atas level support-nya pada 6.071 dan 5.931.
"IHSG berpotensi menguat menuju resisten terdekatnya pada 6.300-6.350," tulis Reza dalam riset hariannya.
Fokus pasar hari ini tertuju pada hasil MSCI Global Market Accessibility Review, yang akan menjadi katalis utama bagi arus dana asing ke pasar domestik.
Berdasarkan pengumuman terbaru, MSCI masih menyoroti aspek transparansi kepemilikan saham di Indonesia. Indikasi perdagangan terkoordinasi pun masih dianggap dapat mengurangi kualitas price discovery pasar.
Dalam rilis yang sama, pasar Indonesia dilaporkan masih berstatus Emerging Market. Namun isu tata kelola dan transparansi masih menjadi sorotan investor global.
Selain pengumuman MSCI, pasar juga akan mencermati dampak lanjutan kenaikan BI Rate terhadap stabilitas rupiah serta respons pasar terhadap perkembangan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah mendorong penurunan harga minyak dunia.
Di tengah kondisi itu, BRIDS menyoroti saham-saham berikut ini: MBMA, MDKA, dan DEWA.
Kemudian, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, pasar juga masih bersikap wait and see menjelang keputusan final 'Annual Market Classification' MSCI pada 23-24 Juni 2026. Pasar akan melihat apakah pembekuan penambahan konstituen indeks akan diberhentikan atau tidak.
"Di sisi lain, para pelaku pasar juga bersiap mengantisipasi dampak dari agenda FTSE rebalancing yang efektif menjelang akhir pekan," kata Nafan dalam risetnya.
Secara teknikal, menurutnya IHSG masih menunjukkan sinyal positif berdasarkan indikator Stochastics K_D dan RSI. Akan tetapi, indikator volume terus mengalami penurunan.
Nafan menyebut, saham-saham big caps tetap menjadi fokus utama pasar untuk melihat arah pergerakan dana asing hari ini. Ia pun menyoroti saham ASII, BBTN, dan TOWR.
