Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Ekonom Ingatkan Independensi Kebijakan Bagi Calon Gubernur BI Destry

Ekonom Ingatkan Independensi Kebijakan Bagi Calon Gubernur BI Destry
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. (IDN Times/Triyan).
  • Pemerintah mengusulkan Penjabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti sebagai calon tunggal gubernur definitif melalui Surat Presiden kepada DPR RI.
  • Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai pengalaman Destry sebagai deputi gubernur BI mendukung transisi kepemimpinan dan kesinambungan kebijakan moneter berbasis data.
  • Josua menekankan pentingnya independensi BI, kelanjutan kebijakan fleksibel, serta pembagian pengelolaan likuiditas oleh BI dan kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Bank Permata mengingatkan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia (BI) dalam proses pemilihan gubernur bank sentral yang baru. Independensi BI dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan moneter sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha dan pasar keuangan.

Pemerintah sebelumnya telah mengusulkan Penjabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada DPR RI. Usulan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang dibawa Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada DPR.

Di tengah proses tersebut, perhatian pelaku pasar tidak hanya tertuju pada sosok yang akan memimpin BI, tetapi juga pada kesinambungan arah kebijakan moneter dan terjaganya independensi bank sentral. Independensi BI diperlukan karena kebijakan bank sentral memiliki dampak langsung terhadap kondisi perekonomian, mulai dari tingkat suku bunga, stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi hingga biaya pendanaan sektor usaha.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, Destry memiliki keahlian yang matang karena pengalaman profesionalnya sebagai deputi gubernur BI selama beberapa periode.

"Kami merespons ini sebagai hal positif dan kami yakin pasar juga merespons suatu hal yang positif," ujar Josua dalam konfrensi pers PIER Economic Review Kuartal II tahun 2026, Senin (10/8)

Menurut Josua, pengalaman Destry menjadi modal penting untuk menjaga transisi dan kesinambungan kebijakan moneter berbasis data, sehingga proses transisi kepemimpinan berjalan baik.

"Saya pikir ini suatu hal yang penting dan pasar dan juga kami berharap bahwa Bu Destry akan bisa menjaga independensi Bank Indonesia," ujarnya.

Selain independensi, Josua juga berharap policy mix bank sentral atau kebijakan yang fleksibel dapat terus berlanjut guna merespons perubahan kondisi ekonomi. Ia menekankan kebijakan harus mampu menjaga stabilitas sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi sebab kondisi Indonesia saat ini masih menghadapi tekanan mulai dari ketidakpastian ekonomi global, volatilitas nilai tukar, hingga perubahan arah kebijakan bank sentral negara maju.

Selain kebijakan moneter, Josua juga menyoroti pengelolaan likuiditas sebagai salah satu tantangan BI ke depan meskipun sebelumnya, BI, Kementerian Keuangan, dan DPR telah menyepakati pembagian peran dalam pengelolaan likuiditas dan kebijakan fiskal.

Dalam kesepakatan tersebut, pengelolaan likuiditas dikembalikan kepada BI, sementara kebijakan fiskal menjadi fokus Kementerian Keuangan. Josua berharap pembagian tugas tersebut dapat berjalan sesuai fungsi masing-masing otoritas dalam menjaga kondisi perekonomian.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Market

    See More