Penguatan IHSG juga didukung kenaikan mayoritas sektor di BEI. Hingga penutupan sesi I, sektor industri memimpin penguatan dengan naik 2,08 persen, diikuti energi (1,72 persen), properti (1,47 persen), dan konsumer non-siklikal (1,32 persen).
Sementara itu, sektor transportasi menguat 0,82 persen, bahan baku 0,79 persen, infrastruktur 0,58 persen, dan keuangan 0,48 persen. Adapun sektor teknologi dan kesehatan menjadi dua sektor yang berada di zona merah dengan pelemahan masing-masing 0,24 persen dan 0,17 persen.
Dari sisi statistik perdagangan, sebanyak 418 saham menguat, 198 saham melemah, dan 349 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi hingga sesi pertama mencapai Rp8,23 triliun dengan volume perdagangan sekitar 15,25 miliar saham.
Di sisi lain, daftar top gainers dipimpin PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) yang melonjak 24,07 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang naik 17,19 persen, disusul PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) dengan 16,87 persen.
Pelemahan terbesar terjadi pada saham PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB).