Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga akhir Juni 2026. Calon emiten tersebut berasal dari beberapa sektor usaha, dengan sektor kesehatan menjadi kontributor terbesar dalam antrean IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan delapan perusahaan tersebut tengah berada dalam proses menuju pencatatan saham di pasar modal Indonesia. Dari jumlah itu, enam perusahaan masuk kategori aset skala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.
“Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6).
