Jakarta, FORTUNE – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperoleh fasilitas pembiayaan non-tunai (non-cash loan) senilai hingga US$75 juta dari PT Bank Mizuho Indonesia. Dukungan pendanaan tanpa agunan (clean basis) tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kebutuhan operasional sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek panas bumi perseroan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Trade Facility Agreement yang memberikan fasilitas pinjaman dan perdagangan tanpa komitmen (omnibus facility). Skema ini mencakup fasilitas Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta Revolving Loan Facility.
Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hutabarat, mengatakan pemberian fasilitas tanpa agunan tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan Bank Mizuho Indonesia terhadap profil risiko dan kondisi keuangan perseroan. "Kehadiran fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek panas bumi PGEO," kata Fransetya dalam keterangan resmi, Senin (27/7).
Menurut Fransetya, kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk memperluas akses terhadap sumber pendanaan sekaligus meningkatkan fleksibilitas pembiayaan dalam mendukung ekspansi bisnis jangka panjang. Pihaknya juga mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini.
"Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGEO ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia," katanya, menambahkan.
Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus mempererat hubungan jangka panjang dengan PGEO.
"Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGEO untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," kata dia.
PGEO menilai kolaborasi dengan Bank Mizuho Indonesia—anggota salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang—semakin memperkuat ekosistem pendanaan hijau yang telah dibangun perusahaan. Sebelumnya, PGEO juga memperoleh dukungan pembiayaan dari berbagai instrumen keuangan berkelanjutan serta kemitraan dengan sejumlah lembaga keuangan internasional.
Melalui tambahan fasilitas tersebut, PGEO berharap memiliki ruang pendanaan yang lebih fleksibel untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi dan mempercepat agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission.
