Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

PIPA akan Ganti Nama dan Logo Usai Kasus Pasar Modal

Manajemen baru PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) siap jalankan visi strategi bisnis baru pada 2026
Manajemen baru PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) siap jalankan visi strategi bisnis baru pada 2026 (dok. PIPA)
Intinya sih...
  • PIPA akan ganti nama dan logo sebagai bagian dari rebranding pasca kasus pasar modal.
  • Manajemen baru menegaskan pemisahan total dari pengelolaan lama.
  • PIPA mengalihkan fokus bisnis ke sektor migas dengan model recurring revenue.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menyiapkan langkah rebranding dengan mengubah nama dan logo perusahaan setelah terseret kasus dugaan pidana pasar modal yang kini ditangani Bareskrim Polri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana aksi manajemen baru untuk menegaskan pemisahan dari pengelolaan lama sekaligus memulihkan kepercayaan pasar.

Direktur PIPA Noprian Fadli mengatakan, perubahan identitas perusahaan akan dilakukan bersamaan dengan penyesuaian administratif lain, termasuk domisili dan klasifikasi bidang usaha. Rencana tersebut akan dijalankan sesuai ketentuan pasar modal, termasuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) apabila diperlukan.

“Kita akan melakukan perubahan nama, logo, domisili, penambahan KBLI dan administrasi lainnya. Tentunya jika nanti diperlukan adanya RUPS kita akan lakukan,” ujar Noprian Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2).

Rencana aksi korporasi pasca kasus hukum

Manajemen PIPA menetapkan lima langkah utama pasca mencuatnya kasus dugaan manipulasi pasar yang menyeret mantan petinggi perseroan.

Langkah tersebut meliputi audiensi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaksanaan public expose rencana aksi korporasi, penyelesaian laporan keuangan auditan (LKA) tahun buku 2025, penunjukan profesi penunjang pasar modal, serta rebranding melalui perubahan nama dan logo.

Menurut Noprian, proses hukum yang sedang berjalan tidak berdampak terhadap kelangsungan usaha perseroan. Operasional perusahaan disebut tetap berjalan, termasuk rencana akuisisi dan transformasi model bisnis yang tengah disiapkan manajemen baru.

Saat ini, kendali saham PIPA berada di tangan Morris Capital Indonesia (MCI) melalui mekanisme Mandatory Tender Offer (MTO). Pengendali baru tersebut menjadi basis perubahan strategi dan arah bisnis perseroan ke depan.

Fokus reposisi bisnis ke sektor migas

Sejalan dengan pergantian pengendali, PIPA juga melakukan reposisi bisnis dengan masuk ke sektor minyak dan gas bumi (migas). Perseroan menargetkan pengembangan bisnis produksi migas, perdagangan dan distribusi energi, serta transportasi dan infrastruktur penunjang.

Noprian menjelaskan, bisnis migas dipilih karena memiliki karakter pendapatan berulang (recurring revenue) yang dinilai mampu menciptakan stabilitas arus kas dan margin keuntungan yang lebih tinggi.

“Penjelasan terkait dengan fasilitas produksi oil and gas itu memiliki karakter bisnis yang menghasilkan recurring revenue yang konsisten. Ini yang bagus sekali. Karena recurring artinya memiliki stability terhadap revenue ke depan. Stability recurring ini, revenue disertai juga dengan margin keuntungan yang tinggi,” ujar Noprian.

Ia menambahkan, sektor manufaktur yang sebelumnya menjadi lini utama akan tetap dipertahankan sebagai bisnis pelengkap (complimentary), terutama untuk mendukung proyek-proyek di sektor energi.

Pemisahan total dari manajemen lama

Direktur Utama PIPA Firrisky Ardi Nurtomo menegaskan, manajemen saat ini tidak lagi memiliki afiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus hukum di masa lalu. Pemisahan tersebut mencakup kepemilikan, operasional, hingga struktur pengambilan keputusan.

“Kami tidak memiliki keterkaitan hubungan pemilikan, baik operasional maupun penduduk digital, dan tidak lagi terafiliasi dengan pemegang saham pemerintahan lama atau direksi lama terkait kasus-kasus yang melibatkan tersangka baru dalam perkara manipulasi saham,” ujar Firrisky.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh sanksi administratif yang timbul akibat tata kelola sebelumnya menjadi tanggung jawab penuh manajemen lama. Manajemen baru berkomitmen untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum dan mengedepankan transparansi kepada publik serta investor.

“Artinya dengan segera klarifikasi hukum yang ada, itu sudah terkuat dan hukum tetap, clean and clear, kita maju dengan visi baru,” tuturnya.

Dampak ke harga saham dan respons pasar

Kasus hukum yang menjerat mantan petinggi perseroan berdampak signifikan terhadap pergerakan saham PIPA. Saham emiten ini sempat mengalami tekanan hebat dan menyentuh auto reject bawah (ARB) dalam beberapa hari perdagangan berturut-turut sejak pengumuman penetapan tersangka pada awal Februari 2026.

Namun, berdasarkan data RTI Business, saham PIPA pada Senin (9/2) tercatat menguat 4,58 persen ke level Rp137 per saham. Manajemen menyebut langkah klarifikasi publik dan pemaparan rencana bisnis sebagai upaya awal untuk meredam ketidakpastian di pasar.

“Ini adalah langkah pertama manajemen baru melakukan klarifikasi atas informasi-informasi yang beredar di masyarakat baru-baru ini, di mana dampaknya cukup masif, terutama kalau dilihat dari sisi harga saham PIPA terkoreksi dalam,” ujar Noprian.

Ke depan, PIPA juga menyiapkan aksi korporasi lanjutan, termasuk rencana rights issue yang ditargetkan terlaksana pada paruh kedua 2026 untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan struktur permodalan.

FAQ seputar rebranding PIPA

Mengapa PIPA akan ganti nama dan logo?

Perubahan identitas dilakukan untuk menegaskan transformasi manajemen baru dan pemisahan dari pengelolaan lama.

Apakah kasus hukum memengaruhi operasional PIPA?

Manajemen menyatakan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak terdampak langsung.

Apa fokus bisnis baru PIPA ke depan?

PIPA akan fokus membangun ekosistem bisnis minyak dan gas, termasuk produksi, distribusi, dan infrastruktur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, 10 Februari 2026: Naik Rp14.000

10 Feb 2026, 14:37 WIBMarket