Jakarta, FORTUNE - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) buka suara perihal permintaan penjelasan atas rumor terkait posisi perseroan sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengakuisisi entitas usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Kideco Jaya Agung (KJA).
Direktur Bumi Resources, R.A. Sri Dharmayanti, mengatakan, mengingat pemberitaan itu didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya, maka perseroan tidak dapat memverifikasi sumber ataupun dasar informasinya.
"Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta bahwa setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," kata R.A. Sri Dharmayanti dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (13/10).
Sebelumnya, DealStreetAsia pada 9 Oktober 2026 melaporkan BUMI sebagai 'likely front-runner' dalam kabar akuisisi Kideco berdasarkan keterangan narasumber yang tidak disebutkan identitasnya. Laman berita tersebut pun telah meminta tanggapan kepada BUMI.
Lebih lanjut, menurutnya, pokok tanggapan itu turut dimuat dalam artikel dimaksud. Tanggapan itu sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan praktik keterbukaan informasi yang mendukung terciptanya pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien.
Selain itu, ia menyatakan, dalam berbagai kesempatan, BUMI telah menyampaikan arah strategisnya, yaitu diversifikasi usaha ke luar batu bara termal. Sementara itu, aset yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut merupakan aset baru bara termal.
"Apabila terdapat informasi atau fakta material, perseroan akan menyampaikannya sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya.
Namun, sampai dengan 12 Oktober 2026, BUMI menyatakan tidak ada informasi atau kejadian penting yang material. Jika terdapat hal lain yang bersifat material, maka perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada bursa.
Saham BUMI ditutup menguat 1,21 persen ke harga Rp167 pada akhir perdagangan Selasa.
