Jakarta, FORTUNE - Ketidakpastian nasib RUU Clarity di Amerika Serikat (AS) kembali membayangi pasar aset digital. Meski peluang pengesahan regulasi tersebut dinilai semakin mengecil, sejumlah pelaku industri meyakini perkembangan kripto tidak akan berhenti. Mereka menilai adopsi teknologi blockchain dan aset digital telah meluas sehingga tetap mampu mendorong pertumbuhan industri, bahkan tanpa payung hukum baru dalam waktu dekat.
Melansir The Block, Rabu (5/8), Senat AS hanya memiliki tiga hari kerja untuk mengesahkan RUU Clarity sebelum memasuki masa reses musim panas pada 10 Agustus hingga 11 September. Tenggat tersebut dipandang sebagai momen penting karena jika kembali tertunda, pembahasan regulasi diperkirakan akan berlarut hingga akhir tahun.
Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, mengatakan industri kripto tetap memiliki ruang untuk berkembang meski RUU Clarity gagal disahkan dalam waktu dekat. Menurutnya, Securities and Exchange Commission (SEC) masih dapat menerbitkan aturan yang mengatur sebagian besar aspek yang sebelumnya diakomodasi dalam rancangan undang-undang tersebut.
"Dalam jangka pendek, aturan dari SEC di bawah kepemimpinan Atkins kemungkinan akan lebih ramah terhadap kripto dan inovasi dibandingkan aturan yang muncul dari RUU bipartisan di Kongres; aturan tersebut bahkan bisa menjadi pendorong percepatan," ujar Hougan
Ia mengakui pendekatan tersebut memiliki risiko karena pemerintahan berikutnya dapat menunjuk ketua SEC yang memiliki pandangan berbeda terhadap aset digital. Meski demikian, Hougan menilai kemajuan industri kripto sulit dibalikkan. Menurutnya, sejumlah institusi keuangan besar seperti BlackRock, Nasdaq, JPMorgan, dan Visa telah terlibat dalam pengembangan blockchain maupun aset digital sehingga fondasi industri semakin kuat.
"Di dunia di mana Clarity gagal disahkan dan SEC justru menetapkan aturannya sendiri, kripto akan memiliki waktu setidaknya 2,5 tahun hingga pemerintahan baru berpotensi menunjuk ketua SEC yang baru untuk terus membuat kemajuan," tulis Hougan. Ia menambahkan, "Pada titik itu, tidak ada ketua SEC yang mampu mengembalikan jin ke dalam botol (mengembalikan keadaan seperti semula)."
