RANS melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026 dengan harga IPO sebesar Rp170 per saham. Pada hari pertama perdagangan, sahamnya sempat dibuka di level Rp228, naik 34,12 persen dari harga IPO. Bahkan, saham menyentuh batas atas pergerakan harga atau auto reject atas (ARA).
Namun, pada perdagangan Rabu (28/10), saham RANS ditutup di Rp117 per saham. Harga itu sudah 31,18 persen lebih rendah daripada harga IPO. Jika dibandingkan dengan level tertinggi Rp272 per saham, penurunannya mencapai sekitar 57 persen.
Pelemahan berlanjut pada perdagangan Kamis (29/10). Saham RANS yang dibuka di Rp117 sempat naik ke Rp119 pada pukul 09.25 WIB. Akan tetapi, saham turun ke Rp109 pada pukul 11.05 WIB sebelum berada di Rp111 saat sesi pertama berakhir.
Dalam lima hari perdagangan, saham RANS turun 19,57 persen. Sedangkan, koreksinya mencapai 42,49 persen dalam sebulan terakhir.
Karena terus mengalami penurunan, BRI Danareksa Sekuritas memasukkan RANS sebagai salah satu saham yang layak dijual pada perdagangan Kamis (29/10). Rekomendasi tersebut muncul setelah saham RANS turun 6,45 persen pada hari sebelumnya dan menyentuh ARB. BRIDS menetapkan level support RANS di Rp114 per saham setelah penurunan pada 28 Oktober.