Jakarta, FORTUNE - Produsen cip memori SK Hynix mencetak tonggak sejarah baru di Korea Selatan. Perusahaan yang dua dekade lalu pernah berada di ambang kebangkrutan akibat beban utang kini berhasil menyalip Samsung Electronics sebagai emiten dengan nilai pasar terbesar di negeri tersebut.
Mengutip Reuters, pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, kapitalisasi pasar SK Hynix mencapai 2.082,5 triliun won atau sekitar US$1,35 triliun. Angka itu sedikit melampaui Samsung Electronics yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar 2.081,3 triliun won.
Kenaikan tersebut didorong oleh reli saham yang luar biasa. Sepanjang tahun ini, harga saham SK Hynix telah melonjak lebih dari 340 persen, menjadikannya salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) global.
Di tengah perlombaan membangun infrastruktur AI, SK Hynix berhasil menempatkan diri di posisi strategis sebagai pemasok utama cip high-bandwidth memory (HBM). Produk ini menjadi komponen penting bagi sistem AI yang digunakan perusahaan teknologi global, termasuk Nvidia dan Google. Tingginya permintaan terhadap cip AI pun memperkuat dominasi SK Hynix di industri semikonduktor dunia.
Ledakan AI juga mengubah cara pasar memandang bisnis cip memori. Jika sebelumnya produk tersebut kerap dianggap sebagai komoditas dengan persaingan harga yang ketat, kini cip memori menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI generatif, mulai dari chatbot hingga model bahasa besar seperti ChatGPT.
Perbedaan strategi bisnis turut menjadi pembeda antara SK Hynix dan Samsung. Berbeda dengan Samsung yang memiliki portofolio usaha luas, mulai dari semikonduktor hingga elektronik konsumen, SK Hynix memilih fokus pada bisnis cip memori. Fokus inilah yang dinilai membuat perusahaan lebih cepat menangkap peluang dari tren AI yang berkembang pesat.
"Kemunculan cip memori AI yang dirancang khusus telah mengubah fundamental ekonomi industri semikonduktor dan memungkinkan SK Hynix memantapkan diri sebagai pemimpin pasar," ujar analis senior Meritz Securities, Kim Sunwoo.
