Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sunindo (SUNI) Menangkan Tender Proyek Pertamina Senilai Rp62,5 Miliar
Emiten produsen pipa migas, PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mencatat kenaikan kinerja di 2023 (dok. SUNI)
  • PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) memenangkan tender pengadaan material Wellhead Component Sub Paket A dari Pertamina Hulu Rokan senilai maksimal Rp62,55 miliar dengan masa kontrak dua tahun.
  • Direktur SUNI menyebut proyek ini akan memperkuat portofolio dan kinerja operasional perusahaan, serta membuka peluang untuk mendapatkan proyek baru di masa mendatang.
  • Meski laba bersih kuartal I 2026 turun 73% YoY menjadi Rp18 miliar, SUNI mencatat peningkatan ekuitas 2% dan arus kas operasional positif Rp99 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) memenangkan tender pengadaan barang dari anak perusahaan BUMN, PT Pertamina Hulu Rokan.

Berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Tender Nomor 0026/LONI/1/2026 atas kontrak GPHR00571, SUNI akan mengerjakan proyek Pengadaan Material Wellhead Component Sub Paket A untuk PHR.

Adapun, jangka waktu pelaksanaan kontrak tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua tahun, terhitung mulai 20 Agustus 2026 hingga 19 Agustus 2028. Nilai kontrak untuk pengadaan ini tercatat Rp62,55 miliar.

Direktur Sunindo Pratama, Freddy Soejandy, mengatakan dengan dimenangkannya tender tersebut diharapkan dapat menambah portofolio proyek perseroan sekaligus memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional, serta berpotensi meningkatkan pendapatan dan profitabilitas selama periode pelaksanaan kontrak.

"Kami berharap jugadapat memperkuat posisi perseroan dalam memperoleh peluang proyek-proyek berikutnya," ujar Freddy dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (20/7).

Diketahui,,kontrak baru tersebut diperoleh di tengah pelemahan kinerja. Pada kuartal I 2026, SUNI membukukan laba bersih sebesar Rp18 miliar, turun 73 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pendapatan usaha juga merosot 51 persen YoY menjadi Rp155 miliar, terutama akibat penurunan penjualan oil country tubular goods (OCTG) casing.

Meskipun pertumbuhan laba bersih mengalami kontraksi, ekuitas SUNI tetap tumbuh sebesar 2 persen secara tahunan menjadi Rp881 miliar. SUNI juga mencatat arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp99 miliar, atau meningkat sebesar 41 persen secara tahunan.

Emiten yang bergerak di bidang perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan industri ini optimistis menjalankan pengadaan. SUNI juga melayani perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi, penyewaan mesin pertambangan dan energi, serta aktivitas konsultasi manajemen.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article