Comscore Tracker
MARKET

Apa itu Cut Loss? Tips dan Waktu yang Tepat Melakukan Cut loss

Ketahui kapan waktu yang tepat menjual saham.

Apa itu Cut Loss? Tips dan Waktu yang Tepat Melakukan Cut lossilustrasi cut loss (pexels.com/Olya Kobruseva)

by Surti Risanti

Cut loss adalah istilah yang digunakan dalam dunia investasi. Hal ini mengacu pada upaya seseorang untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi.

Dalam melakukan pembelian saham, tentu tujuan utama adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan harga saham yang dibeli mengalami penurunan.

Untuk lebih jelasnya, berikut artikel mengenai pengertian, tips menghindari, dan waktu terbaik melakukan cut loss.

Apa itu cut loss?

ilustrasi saham yang bergerak

Cut loss adalah salah satu strategi yang digunakan investor untuk mengurangi kerugian yang lebih besar. 

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), strategi yang digunakan dengan menjual saham dengan harga yang lebih rendah dibanding harga beli sebelumnya.

Dalam dunia investasi, akan ada kalanya investor mengalami kerugian. Maka dari itu, seorang investor harus menentukan batas cut loss untuk menghindari resiko kerugian yang besar.

Meski dengan menjualnya dengan harga yang lebih murah juga mendatangkan kerugian. Namun, dengan cut loss Anda tidak membiarkan diri Anda mengalami kerugian lebih parah.

Strategi ini tidak hanya digunakan oleh pemula saja, tapi investor profesional sekalipun pernah melakukan cut loss.

Kapan waktu terbaik melakukan cut loss?

ilustrasi pergerakan saham

Berikut merupakan kondisi yang tepat untuk melakukan cut loss guna menghindari kerugian lebih besar, antara lain:

1. Saham harga saham telah mencapai kerugian

Saat Anda memutuskan untuk bergabung di dunia investasi, penting untuk mengetahui persentase keuntungan dan kerugian yang akan dialami.

Setiap investor memiliki nilai yang berbeda-beda dalam menentukan titik kerugian. Ada investor yang tidak masalah jika harus mengalami kerugian 10 persen. Jadi, lakukan cut loss bila sudah menyentuh titik kerugian Anda.

2. IHSG terkoreksi

Permasalahan global biasanya akan berdampak pada IHSG terkoreksi. Misalnya, pada saat pandemi Covid-19, IHSG mengalami penurunan di bawah angka 4 ribu. 

Hal ini membuat banyak investor berlomba-lomba untuk menjual saham dengan skala besar. Dengan tujuan untuk menyelamatkan modal yang dipunyai. Saat IHSG terkoreksi, butuh waktu yang cukup lama untuk bisa naik kembali.

3. Situasi emiten yang bermasalah

Saat emiten mengalami kerugian berturut-turut, biasanya hal ini membuat investor kehilangan kepercayaan dan melakukan penjualan saham. 

Untuk itu, penting mengetahui kondisi emiten karena emiten bisa memengaruhi fluktuasi dari harga saham yang diterbitkan.

4. Terjebak saham gorengan

Saham gorengan memiliki ciri khas, yaitu diawali dengan harga murah dan menawarkan keuntungan yang besar. Akan tetapi, saham ini biasanya dikendali oleh bandar sehingga sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Oleh karena itu, jika Anda terjebak dalam saham gorengan, segera lakukan cut loss.

Tips melakukan cut loss

ilustrasi pergerakan saham

Berikut ini beberapa tips atau cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan cut loss, antara lain:

Berdasarkan harga beli saham

Anda bisa menentukan cut loss berdasarkan harga beli saham sebelumnya. 

Sebelumnya, tetapkan terlebih dahulu batas harga rugi, misalnya 10 persen. Apabila harga saham mengalami penurunan pada titik tersebut, segera jual saham terebut.

Rekomendasi analisis

Anda bisa melakukan cut loss berdasarkan rekomendasi analisis harian. Hal ini disebabkan pergerakan saham bisa naik turun atau bahkan menetap.

Titik support

Apabila saham masih berada dibawah titik support, sebaiknya lakukan hold. Dikarenakan harga saham bisa naik sewaktu-waktu. Namun, bila sudah berada di bawah titik support, segera lakukan cut loss untuk menghindari kerugian lebih besar.

Cut loss adalah strategi dengan cara menjual kembali saham dengan harga yang rendah untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Semoga informasi ini bisa membantu Anda dalam melakukan investasi.

Related Articles