MARKET

Bisakah IHSG Naik Jelang Pengumuman Bakal Cawapres Ganjar?

IHSG diprediksi menguat terbatas pada Rabu 18 Oktober.

Bisakah IHSG Naik Jelang Pengumuman Bakal Cawapres Ganjar?Perdagangan IHSG setelah lebaran. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
18 October 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat menjelang momentum pengumuman siapa bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar Pranowo, Rabu (18/10).

Megawati Soekarnoputri kabarnya akan mengungkapkan itu pada hari ini pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, Head of Research Center Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, nama bakal cawapres akan berperan krusial bagi para pelaku pasar, yang nantinya akan berdampak terhadap pergerakan IHSG ke depan.

"Cawapres mana yang lebih probisnis, pro-ekonomi, dunia usaha. Harus lihat dulu siapa," katanya saat ditemui di Pacific Century Place, Selasa (17/10).

Lebih lanjut, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan IHSG menguji batas atas pivot di level 6.950 pada hari ini.

Sentimen positif IHSG akan datang dari perkiraan naiknya pertumbuhan ritel di Cina dari 4,6 persen (YoY) pada Agustus 2023 menjadi 4,9 persen (YoY) pada September 2023. Kendati demikian, pertumbuhan ekonominya diprediksi menurun menjadi 4,4 persen (YoY) pada kuartal III 2023. Selain itu, ada pula sejumlah rilis data ekonomi lain dari Cina pada hari ini.

Lalu, dari pasar domestik, pasar akan meninjau musim laporan keuangan kuartal ketiga 2023. Pada pekan depan misalnya, emiten PTBA, UNVR, BBNI, ANTM, BNGA, dan BBTN akan merilis laporan keuangan terbarunya.

Saham-saham pilihan dari Phintraco untuk hari ini, meliputi: AKRA, ADMR, PGEO, MYOR, INDF, dan UNVR.

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuriitas memproyeksikan IHSG hari ini menguat terbatas di kisaran support 6.900 dan resisten di 6.975. Saham pilihannya, yakni: ACES, MYOR, dan BRPT.

Tekanan akan datang dari ketidakpastian politik sehingga masih berpeluang menyebabkan koreksi. Selain itu, rencana pemerintah mengimpor beras sampai 1,5 juta ton pada akhir 2023, yang bisa menekan surplus neraca perdagangan, juga akan menjadi sentimen negatif.

"Pasar berharap pemerintah perlu berhati-hati menerapkan kebijakan impor itu serta perlu mempertimbangkan kebijakan, [karena] jika ternyata produksi beras oleh petani lokal masih melimpah dan pemerintah tetap impor, maka harga di petani lokal berpeluang jatuh," jelas Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Adapun, kemarin IHSG menguat 0,63 persen ke level 6.939,62 di akhir perdagangan Selasa (17/10).

Related Topics