MARKET

Investor Hati-Hati, IHSG Diproyeksi Tertekan di Akhir Pekan

Kebijakan suku bunga BI belum jadi sentimen positif IHSG.

Investor Hati-Hati, IHSG Diproyeksi Tertekan di Akhir PekanPerdagangan IHSG setelah lebaran. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
23 February 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diperkirakan melemah pada Jumat (23/2), setelah terkoreksi 0,13 persen di level 7.339,63 di akhir perdagangan kemarin (22/2).

Menurut Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, IHSG cenderung berkonsolidasi di bawah 7.403 sebagai resisten kunci dan masih berpeluang untuk mengonfirmasi pembentukan wave (v) ke atas selama IHSG tidak turun ke bawah 7.277.

Level support IHSG berada di 7.277, 7.200, 7.099, dan 7.021, sementara level resistennya di 7.403, 7.503, dan 7.606. "Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish," kata Ivan dalam riset.

Ia memprediksi IHSG bergerak di kisaran 7.300-7.370. Saham-saham yang ia soroti hari ini, terdiri dari: ACES, AMRT, BBRI, PGEO, dan UNTR.

Di sisi lain, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan memproyeksi IHSG melaju konsolidatif di rentang support 7.275, pivot 7.300, dan resisten di 7.380.

"IHSG diperkirakan konsolidatif pada kisaran 7300 - 7380 pada Jumat (23/2)," ujarnya di riset harian.

Secara teknikal, IHSG mengalami pullback dari level resisten 7380 yang terjadi pada saat indikator stochastic RSI berada dalam overbought area. Bersamaan dengan pullback tersebut, terjadi penyempitan positive slope pada MACD.

Sentimen negatif salah satunya berasal dari antisipasi rilis data China house price index (23/2) yang diperkirakan turun 0.70 persen (YoY) pada Januari 2024 dari penurunan sebesar 0.40 persen (YoY) pada Desember 2023. Masih dari Tiongkok, pasar mengantisipasi data realisasi Foreign Direct Investment (FDI) pada Januari 2024.

Kembali ke dalam negeri, sentimen domestik masih relatif solid, terlebih setelah RDG BI menahan suku bunga acuan di 6 persen (21/2). Pada kesempatan yang sama, BI juga memperkirakan pertumbuhan Indonesia di 4.7 persen-5.5 persen pada 2024 dan diperkirakan lebih baik di 2025, yakni antara 4.8 persen-5.6 persen.

Dengan sentimen-sentimen tersebut, berikut ini saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini: EXCL, ULTJ, NCKL, CPIN, ENRG dan ELSA.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi IHSG menguat terbatas di akhir pekan ini. Menurutnya, pengumuman soal tingkat suku bunga oleh BI belum bukup signifikan memberi sentimen positif terhadap gerak IHSG.

Ia melihat, IHSG masih betah berada di fase sideways. "Sentimen akan datang dari laporan kinerja emiten sepanjang 2023 dan musim pembagian dividen merupakan faktor-faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHSG hingga beberapa waktu ke depan," jelasnya dalam riset. 

William memproyeksi IHSG melaju di rentang 7.202 dan 7.373. Saham-saham pilihannya, yakni: LSIP, TBIG, JSMR, AKRA, SMRA, ASII, dan INDF.

Related Topics