MARKET

Jelang Rilis Data Inflasi, IHSG Diprediksi Rebound Lagi

Ada sejumlah data ekonomi yang investor nanti hari ini.

Jelang Rilis Data Inflasi, IHSG Diprediksi Rebound LagiKaryawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
31 January 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diproyeksi kembali lanjutkan rebound pada Rabu (31/1), setelah ditutup menguat 0,49 persen ke level 7.192,22.

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, IHSG berpotensi meneruskan rebound ke rentang 7.200-7.230 hari ini. Secara teknikal, rebound hari Selasa (30/1) kemarin ditopang oleh volume dan terbentuk golden cross pada indikator Stochastic RSI.

Valdy memprediksi IHSG bergerak di level support 7.150, pivot 7.200, dan resisten di 7.250. Saham-saham pilihannya hari ini, meliputi: BBRI, BRIS, MAPI, UNVR, AUTO, dan BSDE.

Dari dalam negeri, investor mencermati rilis data inflasi yang diperkirakan melandai dari 2,61 persen (YoY) pada Desember 2023 menjadi 2,58 persen (YoY) pada Januari 2024. Inflasi Indonesia cenderung stabil dalam rentang asumsi APBN di kisaran 2 persen-4 persen (YoY).

Sementara itu, dari pasar regional, hari ini Cina akan merilis indeks manufaktur (NBS) yang diperkirakan sedikit membaik ke 49,2 pada Januari 2023 dari 49 di Desember 2023.

Lebih lanjut, Jepang dijadwalkan rilis data produksi perindustrian, penjualan ritel dan keyakinan konsumen di Desember 2023. Data ketiganya diperkirakan stagnan dibanding kondisi November 2023.

Masih dari regional, perkembangan debt crisis dari sektor properti di Cina pun masih akan menjadi fokus pelaku pasar.

Di sisi lain, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya pun memproyeksikan, saat ini IHSG masih betah berada di rentang konsolidasi wajar dengan peluang kenaikan terbatas yang masih terlihat menjelang rilis data perekonomian tingkat inflasi. Data itu disinyalir masih akan menunjukkan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia.

"Sedangkan mulai adanya pembalikan arah pada nilai tukar rupiah, serta masih tercatatnya capital inflow secara year to date turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG," jelas William dalam riset harian.

Hal-hal itu, menurutnya, akan menjadi penopang laju IHSG sampai beberapa waktu ke depan.

Adapun, William memprediksi IHSG bergerak di kisaran support 7.123 dan resisten di 7.272. Saham-saham pilihannya hari ini, mencakup: TBIG, JSMR, BMRI, BSDE, UNVR, BBNI, dan ASII.

Related Topics