MARKET

Jelang Rilis Suku Bunga, IHSG Diprediksi Kembali Bertenaga

Meskipun IHSG diproyeksi masih di rentang konsolidasi.

Jelang Rilis Suku Bunga, IHSG Diprediksi Kembali BertenagaProyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
16 March 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bergerak minim sentimen dalam negeri ataupun luar negeri, Kamis (16/3). Dus, IHSG diperkirakan masih akan berada di rentang konsolidasi.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan, pola gerak pasar regional pun relatif fluktuatif. Pun begitu dengan laju harga komoditas. Keduanya akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola gerak IHSG dalam jangka pendek.

“Sedangkan, rilis data ekonomi tingkat suku bunga hari ini, yang disinyalir belum akan mengalami perubahan, akan turut mewarnai pergerakan IHSG,” katanya dalam riset harian.

William pun memproyeksikan IHSG menguat terbatas, dengan pergerakan di kisaran support 6.600 dan resisten di 6.726. Saham-saham pilihannya, yakni: UNVR, INDF, ICBP, BINA, PWON, CTRA, SCMA, SMRA, dan BBCA.

Proyeksi laju IHSG secara teknis

Ilustrasi IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Dari segi teknikal, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memperkirakan IHSG akan mengakhiri pembentukan wave b selama masih berada di atas 6.558. Kemarin, IHSG melemah 0,21 persen di level 6628,13 di akhir perdagangan.

“Apabila penutupan hari ini masih di 6.617 atau lebih tinggi maka IHSG dapat segera mengalami rebound untuk mengawali pembalikan tren,” kata Ivan melalui riset.

Level support IHSG berada di 6.617, 6.600, 6.558, dan 6.510. Sementara itu, resistennya di 6.700, 6.820, 6.890, dan 6.968. Indikator MACD menunjukkan momentum bearish.

Ivan memprediksi IHSG hari ini menguat di kisaran support 6.590 hingga resisten di 6.660. Saham-saham pilihannya, meliputi: BBRI, BMRI, HRUM, INDF, dan MDKA.

Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana berujar, selama IHSG mampu bergerak di atas 6.557 sebagai stop loss, maka koreksi IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji rentang area 6.592 sampai 6.616 untuk kemudian kembali menguat.

Akan tetapi, investor harus waspada jika IHsG menembus stop loss. “Maka IHSG akan terkoreksi ke area 6.330 sampai 6.450,” katanya.

Level support IHSG berada di 6.600 dan 6.557. Sementara itu, resistennya berada di 6.688 dan 6.721. Saham-saham pilihannya, meliputi: BRIS, ERAA, MDKA, dan MTEL.

Related Topics