Comscore Tracker
MARKET

Tak Cuma Tanuri Bersaudara, Ini Daftar Pesohor Pemilik Klub Bola

Pieter Tanuri baru saja menambah kepemilikan di Bali United.

Tak Cuma Tanuri Bersaudara, Ini Daftar Pesohor Pemilik Klub BolaWeb RANS Entertainment. (FORTUNE Indonesia/Tanayastri Dini)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE -Klub olahraga kerap dilirik menjadi salah satu wadah investasi para taipan dan pemilik modal.  Pengusaha Pieter Tanuri, misalnya yang memiliki miliaran lembar saham di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (Bali United). Belum lama ini, dia bahkan kembali menambah kepemilikan di klub sepak bola tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Pieter Tanuri diketahui membeli 2,5 juta lembar saham Bali United pada 25 Januari 2022. Dengan harga Rp412, Pieter merogoh kocek sebesar Rp1,03 miliar.

“(Dengan begitu) jumlah saham sebelum transaksi 2.395.828.820 lembar (39,93 persen), setelah transaksi 2.398.328.820 lembar (39,97 persen),” tulis Pieter dalam laporan perubahan kepemilikan saham Bali United kepada BEI, dikutip Jumat (4/2).

Sebelum pembelian pada akhir Januari, Pieter telah lebih dulu memborong 7.575.500 (hampir 7,6 juta) lembar saham sejak 28 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022.

Pieter Tanuri bukan satu-satunya pengusaha yang menanamkan modal di klub bola. Ada beberapa taipan dan tokoh ternama lain seperti selebritas iturut berinvestasi di sektor ini. Siapa saja mereka?

1. Yabes Tanuri

Bersama dengan Pieter, Yabes Tanuri merupakan salah satu petinggi PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, tepatnya CEO Bali United. Squad itu berbasis di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang bisa memuat 25.000 penonton.

2. Kaesang Pangarep dan Erick Thohir

Pada 2021, Kaesang Pangarep resmi menjadi pemilik PT PSS (Persis Solo) bersama Kevin Nugroho dan Erick Thohir. Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguasai 40 persen saham, sedangkan Kevin dan Erick masing-masing memegang 30 persen dan 20 persen saham di klub itu. Adapun 10 persen sisanya dipegang oleh 25 tim internal dan tokoh-tokoh pendiri Persis Solo.

Dijuluki ‘Laskar Samber Nyawa’, tim sepak bola itu mempunyai stadion berkapasitas 20.003 penonton dengan standar internasional. Klub itu sukses merebut tiket ke Liga 1 setelah membuat RANS Cilegon FC bertekuk lutut di final Liga 2 2021/2022.

3. Raffi Ahmad

Pemilik RANS Entertainment ini memasuki industri sepak bola dengan membeli Cilegon United bersama dengan Rudy Salim dan Donny Oskaria. Saat baru mengakuisisi, mereka bahkan sudah siap mendirikan stadion berstandar internasional seluas 2,7 hektare sebagai lokasi pusat latihan.

Cilegon United berdiri pada November 2012. Stadion Krakatau Steel yang mampu menampung 20.000 penonton merupakan markas dari klub itu. Di musim depan, tim dengan julukan The Volcano itu akan masuk ke laga Liga 1.

4. Prilly Latuconsina

Pemain film, artis, sekaligus pebisnis ternama, Prilly Latuconsina resmi menjadi salah satu pemilik Persikota Tangerang, klub yang berada di Liga 3 Indonesia. Targetnya adalah memboyong tim itu ke Liga 1 pada 2023.

Prilly mengonfirmasi kabar yang sudah beredar sejak 21 Januari itu melalui Instagram pada Minggu (30/1) lalu. 

Persikota Tangerang berdiri pada tahun ’90-an dan menciptakan gebrakan di dunia sepak bola. Kesebelasan itu mulai unjuk gigi saat berhasil memenangkan kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia pada 1995/1996. Kemudian, mereka naik kelas ke Divisi Satu, bahkan menjadi juara laga musim 1996/1997.

Akan tetapi, ketika sedang cemerlang, laga terpaksa berhenti karena adanya krisis ekonomi. Perlahan, klub itu mulai bangkit bak ‘Bayi Ajaib’, khususnya saat menembus semifinal Liga Indonesia pada medio 1999-2000.

Performanya turun sejak 2013. Terlebih saat Liga Indonesia tak membolehkan tim memakai APBD dan mewajibkan pengelolaan klub sebagai bisnis profesional. Akhirnya mereka kembali turun ke divisi dua dan berujung ke divisi tiga. Akuisisi oleh Prilly mungkin dapat memberi secercah harapan.

Azrul Ananda

Anak mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Azrul Ananda juga memiliki saham di Perserikatan Sepak Bola Surabaya (Persebaya). Presiden Persebaya itu berambisi membawa klubnya melantai di bursa, sama seperti impian Raffi Ahmad dengan RANS Cilegon FC.

Menurut Azrul, dengan IPO, timnya ingin mengamankan masa depan Persebaya. Namun sebelumnya, fondasi dan basis bisnis Persebaya harus diperkuat lebih dulu. Demikian pernyataannya dalam wawancara dengan Helmy Yahya di Youtube.

Related Articles