Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Ultra Milk Full Cream (dok. P.T. Ultrajaya Milk Industry)
Ultra Milk Full Cream (dok. P.T. Ultrajaya Milk Industry)

Intinya sih...

  • Ultrajaya (ULTJ) investasi Rp1,14 triliun untuk memperkuat pasokan susu UHT bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

  • Pabrik baru di Cibitung memiliki tiga lini produksi untuk mendukung pemenuhan program MBG dengan teknologi industri 4.0.

  • Ultrajaya mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatra Utara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengucurkan dana investasi Rp1,14 triliun untuk memperkuat pasokan susu UHT. Tujuan aksi tersebut adalah demi mendukung program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Investasi jumbo tersebut dialokasikan untuk dua fokus utama: peningkatan kapasitas produksi secara signifikan dan penerapan teknologi industri 4.0 dalam rantai operasional perusahaan.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan industri pengolahan susu memiliki peran vital dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, khususnya dalam menyukseskan agenda pemerintah tersebut.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangan resminya, dikutip Senin (26/1).

Sebagai realisasi dari ekspansi ini, Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang mulai beroperasi sejak 8 Desember 2025.

Pabrik tersebut dilengkapi dengan tiga lini produksi yang dikhususkan untuk memproduksi susu UHT kemasan 125 ml dan 200 ml. Format kemasan kecil ini dirancang secara spesifik untuk mempermudah distribusi dan konsumsi dalam program MBG. Perseroan juga menargetkan penambahan lini produksi baru pada Maret 2026.

Terkait modernisasi fasilitas, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyatakan pabrik baru Ultrajaya telah mengadopsi standar teknologi industri 4.0.

Menurutnya, penerapan teknologi mutakhir ini penting demi meningkatkan efisiensi energi, mendongkrak produktivitas, serta memperkuat daya saing. Selain itu, digitalisasi proses produksi juga menjamin konsistensi kualitas produk yang dihasilkan.

Di sisi hulu, Ultrajaya juga bergerak agresif mengamankan ketersediaan bahan baku susu segar. Saat ini, perseroan mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatra Utara dengan total populasi mencapai 7.000 ekor.

Guna memperkokoh pasokan susu dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor, Ultrajaya berencana menambah investasi untuk mendatangkan 4.000 ekor sapi perah tambahan.

Ke depannya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mendorong Ultrajaya agar terus meningkatkan penyerapan susu segar dalam negeri demi memenuhi target program MBG.

Kemenperin juga mendorong perseroan mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan bagi industri pengolahan susu nasional yang sukses menerapkan transformasi teknologi dan otomatisasi.

Editorial Team