Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

11,4 Persen Lahan Sawah Aceh–Sumbar Berpotensi Gagal Panen

Wamen Komdigi Nezar Patria mengunjungi sejumlah Kabupaten di Wilayah Bencana Aceh
Wamen Komdigi Nezar Patria mengunjungi sejumlah Kabupaten di Wilayah Bencana Aceh pada Kamis (4/12/25). (Dok. Kementerian Komdigi)
Intinya sih...
  • Luas panen padi secara nasional pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare.
  • Pada November 2025, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton.
  • Proporsi lahan yang sedang ditanami padi pada November 2025 mencapai 34,63 persen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap peningkatan potensi gagal panen padi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 11,43 persen. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan kondisi pertanaman padi di tiga provinsi tersebut mengalami tekanan cukup besar akibat terkena air bah.

Proporsi lahan yang sedang ditanami padi atau standing crop pada November 2025 mencapai 34,63 persen, lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada November tahun lalu.

“Kondisi ini berdampak pada luas panen padi pada November 2025 dan juga dapat mempengaruhi potensi luas panen untuk tiga bulan ke depan,” ujar Pudji saat merilis data resmi BPS, Senin (5/1).

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada November 2025, mayoritas lahan pertanian nasional berada dalam fase standing crop dengan porsi 33,25 persen.

Selain itu, lahan dengan tanaman selain padi mencapai 26,26 persen, dan lahan dalam tahap persiapan mencapai 17,16 persen.

Selain itu, lahan yang sedang dibiarkan mencapai 14,87 persen, lahan yang sedang dipanen 7,19 persen, dan lahan yang berpotensi gagal panen secara nasional mencapai 1,26 persen.

BPS melaporkan pula bahwa luas panen padi secara nasional pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare.

Angka tersebut meningkat 3,56 persen dibandingkan dengan November 2024 yang sebesar 0,55 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen padi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 2 juta hektare, naik 0,47 juta hektare atau 30,70 persen ketimbang periode sama pada tahun sebelumnya.

Dengan perkembangan tersebut, potensi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 11,33 juta hektare, meningkat 1,29 juta hektare atau 12,80 persen dibandingkan dengan 2024.

Namun, Pudji menyatakan angka potensi tersebut masih sangat dinamis dan dapat berubah, bergantung pada kondisi pertanaman pada Desember 2025 hingga Februari 2026, termasuk risiko serangan hama, banjir, kekeringan, serta dampak lanjutan bencana di tiga provinsi tersebut.

Sejalan dengan luas panen, produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 2,83 persen dibandingkan dengan November 2024 yang sebesar 3,12 juta ton GKG.

Lalu, potensi produksi padi pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diproyeksikan mencapai 10,81 juta ton GKG, meningkat 2,66 juta ton atau 32,58 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, potensi produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,25 juta ton GKG, atau meningkat 7,10 juta ton GKG setara 13,37 persen dibandingkan dengan periode sama pada 2024.

Peningkatan produksi padi tersebut tecermin pada produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat.

Pada November 2025, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, naik 2,83 persen dibandingkan dengan November 2024.

Sementara itu, potensi produksi beras pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan 6,23 juta ton, meningkat 32,51 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.

Dengan demikian, potensi produksi beras sepanjang Januari hingga Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan dengan 2024.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Satu Tahun Program MBG, Prabowo Klaim Sudah Jangkau 55 Juta Penerima

06 Jan 2026, 17:39 WIBNews