Comscore Tracker
NEWS

Jeff Bezos Resmi Mundur sebagai CEO Amazon

Bezos beralih dari jabatan CEO ke kursi eksekutif.

Jeff Bezos Resmi Mundur sebagai CEO AmazonShutterStock/LevRadin

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Jeff Bezos, sang pendiri Amazon, resmi mengundurkan diri dari jabatan CEO pada Senin, (5/7). Sebenarnya, pria yang 27 tahun lalu memulai bisnis raksasa e-commerce dunia ini sudah mengumumkan pengunduran dirinya sejak Februari.

Andy Jassy Menggantikan Bezos di Kursi CEO

Bezos mengatakan akan beralih dari jabatan CEO ke kursi eksekutif. Andy Jassy, eksekutif top dari bisnis cloud Amazon, akan menggantikannya. Hal ini telah diumumkan secara langsung oleh Bezos melalui sebuah surat untuk karyawan pada Februari 2021.

“Andy terkenal di dalam perusahaan dan telah berada di Amazon hampir sama lamanya dengan saya. Dia akan menjadi pemimpin yang luar biasa dan dia memiliki kepercayaan penuh saya,” kata Bezos dalam suratnya kepada para pegawai Amazon seperti bisa dibaca pada laman perusahaan tersebut.

Jassy yang telah bergabung di Amazon sejak 1997 dikenal sebagai pemimpin tim cloud Amazon Web Services (AWS). Dalam 15 tahun terakhir, ia mengubah Amazon dari raksasa e-commerce menjadi perusahaan teknologi yang sangat menguntungkan. Di tangannya, AWS mendominasi pasar infrastruktur cloud.

Selain itu, AWS menjadi salah satu sumber utama laba Amazon dengan pertumbuhan pendapatan 28 persen untuk kuartal IV 2020. Sekitar 52 persen dari pendapatan operasional Amazon per Oktober 2020 diatribusikan kepada AWS.

Sementara itu, sebagai Ketua Eksekutif Dewan Amazon, Bezos bermaksud untuk memfokuskan energi dan perhatiannya pada produk baru dan inisiatif awal.

Bezos Tetap Memiliki Pengaruh Besar di Amazon

Walaupun tidak lagi memegang peranan sebagai CEO Amazon, namun Bezos tetap memiliki pengaruh besar di perusahaan tersebut hingga masa mendatang. Selain memegang saham individu terbesar, Bezos juga tetap akan menjadi mentor bagi CEO baru.

Dilansir CNN, Bezos hingga Juni memiliki 10 persen saham biasa Amazon. Jumlah ini jauh lebih banyak dari pemegang saham terbesar berikutnya, yakni Vanguard Group sebesar 6,5 persen.

“Kecakapannya untuk menyingkirkan masalah yang mengidentifikasi peluang bernilai tinggi tidak dapat dilebih-lebihkan... Jadi masuk akal bagi Amazon untuk membebaskannya dari kesibukan operasional untuk memaksimalkan area tersebut,” kata Daniel Elman, analis teknologi global di firma riset pasar Nucleus Research.

Bezos Mundur di Saat Kritis

Sebenarnya, Bezos mengundurkan diri di saat Amazon tengah mengalami lonjakan laba sekaligus peningkatan perekrutan. Pandemi Covid-19 telah menciptakan permintaan besar-besaran terhadap layanan Amazon dan pertumbuhan yang signifikan.

Namun demikian, situasi ini justru membuat Amazon berada dalam kondisi cukup kritis. Masalah perburuhan di kalangan pekerja gudang Amazon beberapa waktu lalu mendapatkan kritik dan sebelumnya Bezos berjanji untuk menanganinya.

“Bezos harus berhenti menjadi penangkal petir dalam masalah praktik perburuhan Amazon,” kata William Klepper, profesor manajemen di Columbia Business School.

Related Topics

Related Articles