Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Meski demikian, ketiadaan hubungan tersebut tidak menghentikan seluruh aktivitas perdagangan antara kedua negara.
BPS sebelumnya juga mencatat Indonesia mengimpor sejumlah barang dari Israel. Nilai impor pada 2024 mencapai 54,2 juta dolar AS.
Keberlanjutan perdagangan sawit ke Israel kemudian menjadi sorotan Zulfikar. Ia menilai pemerintah perlu mengatur tujuan akhir ekspor agar produk Indonesia tidak dikirim ke Israel melalui negara perantara. Selain itu, ia mengusulkan keterbukaan data penjualan dari perusahaan sawit, termasuk transaksi melalui pedagang perantara.
Zulfikar mendorong Kementerian Perdagangan melarang ekspor CPO, kelapa, dan produk turunannya ke Israel. Ia juga mengusulkan agar eksportir wajib menyatakan tujuan akhir barang serta DPR meminta BPS memublikasikan data perdagangan tersebut secara berkala.
Israel masih bisa memperoleh minyak kelapa sawit dari negara lain, tetapi tidak lagi dari Indonesia. Bagi negara yang mendukung Palestina, keputusan ini memiliki arti penting.
“Menjual minyak ke negara yang menurut penyelidikan PBB melakukan genosida tidak sesuai dengan nilai-nilai yang tertulis dalam Konstitusi (UUD 1945). Sudah saatnya untuk berhenti,” tegas Zulfikar.
Benarkah Indonesia masih mengekspor minyak sawit ke Israel? | Benar, BPS mencatat ekspor minyak sawit dan turunannya senilai 14,6 juta dolar AS pada Januari–September 2026. |
Berapa volume ekspor sawit Indonesia ke Israel pada 2026? | Volume ekspornya mencapai 12.411,6 ton selama Januari–September 2026. |
Berapa porsi ekspor sawit ke Israel dibandingkan total ekspor Indonesia? | Nilainya setara sekitar 0,07 persen dari total ekspor CPO dan turunannya pada Januari–September 2026. |
Berapa rata-rata pasokan CPO Israel dari Indonesia? | Penelitian yang dikutip Zulfikar Rakhmat menunjukkan rata-rata pasokan Indonesia mencapai 71 persen pada 2020–2025. |