Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Hutama Karya Paparkan Rencana Tol Bukittinggi–Sicincin

3 min read
Hutama Karya Paparkan Rencana Tol Bukittinggi–Sicincin
PT Hutama Karya (Persero) memaparkan rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Pemaparan dilakukan melalui kegiatan prasosialisasi dan dialog di Kantor Bupati Padang Pariaman pada Senin (26/10). (dok. Hutama Karya)
  • Hutama Karya memaparkan rencana Tol Bukittinggi–Sicincin, lanjutan Tol Padang–Sicincin dalam koridor Trans Sumatra, kepada pemda dan masyarakat Padang Pariaman; proyek masih tahap perencanaan.

  • Tahap berikutnya mencakup persiapan pengadaan tanah, pendataan, konsultasi publik, dan Penlok. Ruas direncanakan menembus Bukit Barisan melalui terowongan, dengan kajian akademisi serta koordinasi lingkungan.

  • Pemda dan DPR menekankan keterlibatan warga, ganti kerugian transparan, serta peluang ekonomi lokal melalui tenaga kerja, UMKM, dan pemasokan material. Prasosialisasi akan berlanjut di Tanah Datar dan Padang Panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Hutama Karya (Persero) memaparkan rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan akan dilanjutkan dengan tahapan persiapan pengadaan tanah sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemaparan dilakukan melalui kegiatan prasosialisasi dan dialog di Kantor Bupati Padang Pariaman pada Senin (26/10). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan, termasuk wali nagari, niniak mamak, dan tokoh masyarakat.

Koentjoro menjelaskan, ruas Bukittinggi–Sicincin direncanakan menjadi kelanjutan Jalan Tol Padang–Sicincin yang telah beroperasi. Ruas ini juga merupakan bagian dari koridor Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang menghubungkan Padang dengan Pekanbaru.

Pembangunan JTTS merupakan penugasan pemerintah kepada Hutama Karya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 beserta perubahannya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pemangku kepentingan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai rencana pembangunan, sementara tahapan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan kewenangan instansi terkait,” jelas Koentjoro.

  1. Tahapan Pengadaan Tanah dan Kajian Terowongan

    9814b7a5-50f5-46ba-8dd0-b03f2fcf373d.jpeg
    PT Hutama Karya (Persero) memaparkan rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Pemaparan dilakukan melalui kegiatan prasosialisasi dan dialog di Kantor Bupati Padang Pariaman pada Senin (26/10). (dok. Hutama Karya)

    Prasosialisasi menjadi bagian dari koordinasi awal sebelum memasuki tahapan persiapan pengadaan tanah. Proses selanjutnya mencakup pemberitahuan rencana pembangunan, pendataan awal lokasi, dan konsultasi publik sesuai ketentuan yang berlaku hingga penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok) oleh Gubernur Sumatra Barat.

    Rincian bidang tanah akan didalami bersama pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebelum disampaikan kepada masyarakat secara bertahap.

    Dari sisi teknis, ruas Bukittinggi–Sicincin direncanakan menembus kawasan Bukit Barisan melalui terowongan. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan konektivitas Padang–Bukittinggi, yang selama ini bertumpu pada sejumlah jalur, antara lain Lembah Anai, Sitinjau Lauik, dan Malalak. Jalur-jalur tersebut memiliki medan yang menantang dan sebagian pernah mengalami gangguan akibat bencana.

    Untuk mendukung kajian teknis pembangunan terowongan, Hutama Karya menggandeng kalangan akademisi di Sumatra Barat, termasuk Universitas Andalas dan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB). Perusahaan juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi lingkungan hidup karena trase tol berpotensi bersinggungan dengan kawasan hutan dan kawasan wisata.

  2. Pemda Dorong Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat

    585214f1-1365-4395-9cdd-f7bdb8a14bb0.jpeg
    PT Hutama Karya (Persero) memaparkan rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Pemaparan dilakukan melalui kegiatan prasosialisasi dan dialog di Kantor Bupati Padang Pariaman pada Senin (26/10). (dok. Hutama Karya)

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus menyampaikan pandangan mengenai rencana pembangunan.

    Ia berharap proyek tol tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peluang usaha lokal, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima informasi, tetapi juga diberikan ruang yang memadai untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, keberatan, dan harapan,” tegas John Kenedy Azis.

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai Sumatra Barat membutuhkan jalur alternatif yang lebih andal untuk mengatasi persoalan konektivitas dalam jangka panjang. Menurutnya, pembangunan jalan tol juga berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat, termasuk menjadi pemasok material konstruksi, serta menyerap tenaga kerja setempat.

    Andre turut menekankan pentingnya proses ganti kerugian yang transparan, adil, dan sesuai ketentuan dengan tetap memperhatikan hak masyarakat terdampak. Ia mengajak niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang tepat.

    Hutama Karya berencana melanjutkan kegiatan prasosialisasi serupa di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang pada Rabu (28/10). Perusahaan menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak agar tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, Hutama Karya bersama anak usahanya telah mengoperasikan 847 kilometer ruas JTTS. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More