Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bahlil Duga Singapura Ekspor Ulang Sebagian Pasokan LNG dari Indonesia

2 min read
Bahlil Duga Singapura Ekspor Ulang Sebagian Pasokan LNG dari Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (dok. Sekretariat Presiden)
  • Bahlil menduga sebagian LNG Indonesia yang diekspor ke Singapura diperdagangkan kembali ke negara lain, meski sebagian tetap digunakan untuk kebutuhan domestik Singapura.
  • Pemerintah memangkas pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 MMscfd dari kontrak 409 MMscfd, dengan alasan volume pengiriman masih di atas batas minimum kesepakatan.
  • Indonesia memprioritaskan gas untuk industri dan pembangkit domestik sebelum ekspor; pertemuan dengan Prabowo juga membahas listrik desa serta pabrik baterai CATL-Antam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menengarai sebagian pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ekspor Indonesia ke Singapura diperdagangkan kembali ke negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (29/10), di tengah kebijakan pengurangan pasokan gas pipa ke negara tetangga tersebut demi memprioritaskan alokasi dalam negeri.

Indonesia menyalurkan pasokan gas ke Singapura melalui dua jalur, yakni pipa dari Natuna dan Sumatra sebesar 409 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) serta pengiriman 148 kargo LNG yang diklaim setara 1.480 MMscf.

Pemerintah meyakini pasokan kargo LNG tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi domestik Singapura, melainkan dijual kembali ke pasar internasional.

"Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," kata Bahlil dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/10).

Seiring munculnya dugaan tersebut, pemerintah memutuskan memangkas pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 MMscfd dari total kontrak 409 MMscfd. Bahlil memastikan pemotongan volume tersebut tidak melanggar ketentuan kesepakatan karena pasokan yang dikirim masih berada di atas batas minimum pengiriman.

"Batas minimum itu belum kita lampaui. Jadi, enggak ada masalah," ujarnya.

Pemerintah menegaskan pemenuhan pasokan bagi industri dan pembangkit listrik dalam negeri merupakan prioritas utama sebelum memenuhi permintaan ekspor. Keputusan lanjutan mengenai volume pasokan gas ke Singapura masih akan bergantung pada evaluasi perkembangan situasi di lapangan.

"Kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita. Tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain," tutur Bahlil.

Di luar isu pasokan gas, pertemuan dengan Prabowo tersebut juga membahas perkembangan program listrik desa serta pembangunan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam.

Fasilitas ini menambah keberadaan industri baterai kendaraan listrik nasional yang sebelumnya telah diisi fasilitas milik Hyundai serta pabrik di Halmahera hasil investasi dari China.

Sementara itu, terkait kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura ke Indonesia, Bahlil menyatakan tidak mengetahui perincian pembahasan karena tidak mendampingi Presiden dalam agenda tersebut. 

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More