Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Indonesia Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS Senilai US$33 Miliar

3 min read
Indonesia Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS Senilai US$33 Miliar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok Humas Ekon
  • Indonesia membidik kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat senilai US$33 miliar untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan sektor strategis.

  • Perdagangan bilateral mencapai US$32,34 miliar hingga Agustus 2026, sedangkan investasi AS mencapai US$3,4 miliar hingga triwulan III.

  • Peluang kerja sama mencakup manufaktur, teknologi digital, AI, energi, dan semikonduktor, dengan fokus pada rantai pasok domestik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indonesia membidik kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat sebesar US$33 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup peningkatan perdagangan, perluasan investasi, serta pengembangan sektor-sektor strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan memperkuat keterkaitan industri kedua negara.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Ambassador Brian D. McFeeters, President and CEO of the US-ASEAN Business Council (US-ABC), dengan tema Indonesia-US Economic Partnership: Turning Growth Priorities into Concrete Business Opportunities, Selasa (27/10)

“Semoga dapat mendukung berbagai sektor, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kami terbuka bagi seluruh industri yang sebagian besar memang sudah berdiri di Indonesia. Jadi, jika Anda memiliki permintaan lain atau menghadapi tantangan tertentu, mari kita coba cari solusinya bersama,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

Pada periode Januari hingga Agustus 2026, perdagangan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat mencapai US$32,34 miliar, tumbuh 11,82 persen secara tahunan (YoY). Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Sementara itu, investasi Amerika Serikat pada triwulan I hingga triwulan III 2026 mencapai US$3,4 miliar, meningkat dibandingkan sekitar US$3 miliar pada 2025. Nilai ini menjadikan AS sebagai investor asing terbesar keempat di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menerima masukan dari delegasi US-ABC mengenai perkembangan kegiatan usaha dan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang telah beroperasi di Indonesia.

Berbagai agenda tersebut membuka peluang investasi di sektor manufaktur, teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta energi. Pemerintah juga mendorong kemitraan yang membawa teknologi dan keahlian sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri domestik, termasuk melalui peningkatan kapasitas industri manufaktur dan pengembangan rantai pasok nasional.

Di sektor semikonduktor, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pasar diperkirakan tumbuh dari US$5,08 miliar pada 2025 menjadi US$7,07 miliar pada 2030.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kerja sama industri dan teknologi, termasuk melalui kemitraan yang dapat mendukung peningkatan kemampuan industri domestik.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha dan meningkatkan daya tarik investasi, Menko Airlangga menekankan pentingnya upaya debottlenecking atau penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Pemerintah Indonesia membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menyampaikan kendala yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan usaha di Indonesia, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Dalam pembahasan mengenai perdagangan, Menko Airlangga menyoroti pentingnya penyelesaian berbagai isu yang masih menjadi perhatian dalam hubungan dagang kedua negara, termasuk pembahasan terkait Section 301 dan excess capacity.

Pemerintah Indonesia berharap proses pembahasan dapat memberikan kejelasan serta mendukung keberlanjutan perdagangan dan penguatan rantai pasok antara Indonesia dan Amerika Serikat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More