Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Benarkah RI Ekspor Minyak Sawit ke Israel? Cek Datanya

3 min read
Benarkah RI Ekspor Minyak Sawit ke Israel? Cek Datanya
ilustrasi minyak sawit (pexels.com/Андрей)
  • BPS mencatat ekspor minyak sawit dan turunannya dari Indonesia ke Israel mencapai US$14,6 juta atau 12.411,6 ton pada Januari–September 2026.

  • Nilai ekspor sawit ke Israel hanya 0,07 persen dari total ekspor CPO dan turunannya Indonesia yang mencapai US$21,07 miliar pada periode tersebut.

  • Meski tanpa hubungan diplomatik resmi, perdagangan tetap berlangsung. Pengamat CELIOS mendorong pengaturan tujuan akhir ekspor dan transparansi transaksi sawit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya ke Israel meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas tersebut mencapai 14,6 juta dolar AS miliar sepanjang Januari–September 2026.

Nilai tersebut setara dengan 0,07 persen dari total ekspor minyak sawit dan turunannya ke seluruh negara pada periode yang sama. Data ini sekaligus menunjukkan aktivitas perdagangan komoditas sawit antara Indonesia dan Israel masih berlangsung.

  1. Jumlah ekspor sawit RI ke Israel

    Berdasarkan data BPS, ekspor minyak sawit dan produk turunannya dengan kode HS 1511 ke Israel mencapai 14,6 juta dolar AS selama Januari–September 2026. Sementara itu, nilai ekspor untuk periode yang sama pada 2025 tercatat 15,52 juta dolar AS.

    Dari sisi volume, Indonesia mengirimkan 12.411,6 ton minyak sawit dan produk turunannya ke Israel pada Januari–September 2026. Jumlah tersebut turun 5,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 13.755,9 ton.

  2. Nilai ekspor RI ke Israel

    Nilai ekspor ke Israel merupakan bagian kecil dari keseluruhan perdagangan minyak sawit Indonesia. Total ekspor CPO dan turunannya mencapai 21,07 miliar dolar AS selama Januari–September 2026 atau sekitar 0,07 persen dari total tersebut.

    Pada periode yang sama, volume ekspor CPO dan turunannya ke seluruh negara mencapai sekitar 19 juta ton, tumbuh 8,1 persen dibandingkan Januari–September 2025. BPS juga mencatat nilai ekspor komoditas tersebut secara kumulatif meningkat 16,14 persen secara tahunan.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan perkembangan ekspor tersebut dalam rilis BPS, Senin (2/11).

    "Nilai ekspor CPO dan turunnya (ke semua negara) naik cukup tinggi yaitu 16,14 persen secara kumulatif," ujar Ateng.

  3. Zulfikar Rakhmat dari CELIOS menyoroti ekspor RI ke Israel

    Direktur Desk China-Indonesia dan Indonesia-Middle East Center of Economic and Law Studies (CELIOS), M. Zulfikar Rakhmat, menyoroti besarnya peran Indonesia dalam pasokan minyak sawit Israel.

    Dalam artikel opini yang diterbitkan Middle East Monitor pada 28 Oktober 2026, Zulfikar mengutip penelitian dua ekonom Universitas Widyatama. Penelitian tersebut menunjukkan Indonesia memasok rata-rata 71 persen minyak sawit mentah yang dibeli Israel dari negara lain selama 2020–2025.

    Sejumlah laporan lain, menurut Zulfikar, bahkan menyebutkan pangsa pasokan Indonesia mencapai 88 persen pada tahun-tahun tertentu. Produk yang diperdagangkan tidak hanya berupa CPO, tetapi juga mencakup olein sawit, minyak inti sawit, dan gliserin.

    Zulfikar turut menyebut sebagian pengiriman kemungkinan melewati negara lain sebelum tiba di Israel.

    "Beberapa pengiriman kemungkinan melewati Singapura atau Hong Kong terlebih dahulu," ungkap Zulfikar dalam tulisannya di Middle East Monitor, Rabu (28/10).

  4. Dorong larangan ekspor sawit ke Israel

    Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Meski demikian, ketiadaan hubungan tersebut tidak menghentikan seluruh aktivitas perdagangan antara kedua negara.

    BPS sebelumnya juga mencatat Indonesia mengimpor sejumlah barang dari Israel. Nilai impor pada 2024 mencapai 54,2 juta dolar AS.

    Keberlanjutan perdagangan sawit ke Israel kemudian menjadi sorotan Zulfikar. Ia menilai pemerintah perlu mengatur tujuan akhir ekspor agar produk Indonesia tidak dikirim ke Israel melalui negara perantara. Selain itu, ia mengusulkan keterbukaan data penjualan dari perusahaan sawit, termasuk transaksi melalui pedagang perantara.

    Zulfikar mendorong Kementerian Perdagangan melarang ekspor CPO, kelapa, dan produk turunannya ke Israel. Ia juga mengusulkan agar eksportir wajib menyatakan tujuan akhir barang serta DPR meminta BPS memublikasikan data perdagangan tersebut secara berkala.

    Israel masih bisa memperoleh minyak kelapa sawit dari negara lain, tetapi tidak lagi dari Indonesia. Bagi negara yang mendukung Palestina, keputusan ini memiliki arti penting.

    “Menjual minyak ke negara yang menurut penyelidikan PBB melakukan genosida tidak sesuai dengan nilai-nilai yang tertulis dalam Konstitusi (UUD 1945). Sudah saatnya untuk berhenti,” tegas Zulfikar.

    FAQ seputar RI ekspor minyak sawit ke Israel

    Benarkah Indonesia masih mengekspor minyak sawit ke Israel?

    Benar, BPS mencatat ekspor minyak sawit dan turunannya senilai 14,6 juta dolar AS pada Januari–September 2026.

    Berapa volume ekspor sawit Indonesia ke Israel pada 2026?

    Volume ekspornya mencapai 12.411,6 ton selama Januari–September 2026.

    Berapa porsi ekspor sawit ke Israel dibandingkan total ekspor Indonesia?

    Nilainya setara sekitar 0,07 persen dari total ekspor CPO dan turunannya pada Januari–September 2026.

    Berapa rata-rata pasokan CPO Israel dari Indonesia?

    Penelitian yang dikutip Zulfikar Rakhmat menunjukkan rata-rata pasokan Indonesia mencapai 71 persen pada 2020–2025.

Related Articles

See More