Jakarta, FORTUNE - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong BPR/BPRS untuk terus bertumbuh dan berinovasi dengan tetap mengedepankan tata kelola, kepatuhan serta pengelolaan risiko yang kuat.
Direktur Eksekutif Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan Arinto Wicaksono mengatakan, dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif mendorong bank untuk terus berinovasi dalam mencapai target bisnis. Namun, upaya mengejar pertumbuhan perlu disertai kemampuan untuk mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha bank.
“Di sisi lain, fokus yang terlalu berlebihan terhadap risiko-risiko tersebut juga dapat menyebabkan bank kehilangan peluang untuk melakukan akselerasi bisnis. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan atau langkah mitigasi yang baik dalam menjalankan kegiatan bisnis bank,” ujarnya di Lombok, Kamis (24/9/2026).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Enterprise Risk Management (ERM) Practice Sharing dengan tema, “Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan dalam Memitigasi Potensi Risiko pada Bank Perekonomian Rakyat/Syariah (BPR/BPRS)”. Sebuah kegiatan yang merupakan salah satu bentuk kepedulian serta peran aktif LPS untuk senantiasa turut serta dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam industri perbankan (BPR/BPRS).