Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bulog Bidik Penyerapan 4 Juta Ton Beras dan Nihil Impor

IMG_7084.jpeg
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Target penyerapan ditujukan untuk stabilisasi pangan nasional.
  • Perum Bulog juga memperkuat sisi jagung.
  • Prospek 2026 dinilai semakin kokoh dengan produksi beras nasional diperkirakan 34,7 juta ton.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Perum Bulog mematok target penyerapan gabah dan beras setara 4 juta ton pada 2026. Langkah itu merupakan bagian dari penugasan negara dalam memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus memastikan stabilitas harga di tingkat produsen maupun konsumen tetap terjaga.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan sasaran strategis ini tidak sekadar mengejar angka, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam mengakomodasi hasil panen petani lokal secara optimal.

“Ini adalah upaya konkret negara untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, harga terjaga, dan cadangan pangan nasional semakin kuat,” tegas Rizal dalam keterangan resminya, Jumat (2/1).

Guna mendukung target besar tersebut, Bulog tengah menyiapkan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen di berbagai wilayah. Strategi tersebut diambil untuk memastikan komoditas yang dihimpun memiliki nilai tambah dan kualitas yang terjaga.

Rizal menilai penguatan infrastruktur tersebut sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, modernisasi fasilitas pascapanen sangat penting agar hasil produksi petani tidak hanya terserap secara kuantitas, tetapi juga memiliki daya tahan dan mutu yang kompetitif.

Optimisme Bulog pada 2026 berpijak pada performa cemerlang pada tahun sebelumnya. Per 31 Desember 2025, Bulog berhasil menghimpun pengadaan nasional setara beras 3.191.969 ton.

Capaian tersebut mencakup penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah Bulog. Selain itu, tercatat pula penyerapan 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG) serta 765.504 ton beras.

“Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” ujarnya.

Bulog juga memperkuat cadangan jagung domestik dengan total pengadaan 101.968 ton sepanjang 2025. Dari sisi perlindungan sosial, fungsi distribusi tetap berjalan masif melalui penyaluran hampir 785.000 ton Bantuan Pangan bagi masyarakat rentan, serta program SPHP untuk beras dan jagung guna meredam gejolak harga di pasar.

Sejalan dengan strategi Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan kondisi pangan nasional yang semakin kokoh tahun ini. Produksi beras 2026 diestimasi mencapai 34,7 juta ton dengan stok akhir tahun yang melimpah sebesar 16,194 juta ton.

Dalam proyeksi tersebut, Indonesia diprediksi tidak akan melakukan impor beras (nihil impor), sementara volume ekspor diperkirakan 71 ton.

Untuk komoditas jagung, estimasi produksi 2026 dipatok mencapai 18 juta ton. Dengan stok bawaan (carry over) sebesar 4,521 juta ton, cadangan jagung nasional dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bulanan masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Bulog Bidik Penyerapan 4 Juta Ton Beras dan Nihil Impor

02 Jan 2026, 14:36 WIBNews