NEWS

Setop Sementara Bansos Jelang Pemilu, Bapanas: Tidak Ada Politisasi

Penghentian sementara ini agar Pemilu berjalan tenang.

Setop Sementara Bansos Jelang Pemilu, Bapanas: Tidak Ada PolitisasiSeorang pegawai menunjukkan beras Program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di Kantor Perum Bulog cabang Dumai, Riau, Jumat (4/8). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

by Eko Wahyudi

07 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) pangan beras disetop sementara pada masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Langkah tersebut diambil agar proses Pemilu berjalan dengan tenang.

“Jadi, tanggal 8 sampai 9 Februari yang merupakan hari libur nasional dan 10 Februari yang menjadi hari terakhir kampanye, lalu 11 sampai 13 Februari yang merupakan masa tenang Pemilu, bantuan pangan beras akan dihentikan sementara untuk menghormati Pemilu dan pemuktahiran data. Sekali lagi, ini karena memang tidak ada politisasi bantuan pangan,” kata Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam keterangannya, Rabu (7/2).

Berdasarkan Peraturan KPU No.3/2022, masa kampanye Pemilu 2024 berakhir pada Sabtu 10 Februari. Setelahnya, ada masa tenang Pemilu yang berlangsung mulai Minggu 11 Februari sampai Selasa 13 Februari.

"Bapak Presiden juga sudah menyampaikan secara terpisah, kalau memang ini harus dihentikan sementara, ya memang harus dihentikan sementara, sehingga tidak terjadi polemik bahwa bantuan pangan ini dipolitisasi,” ujarnya.

Dia pun mengatakan bakal melajutkan lagi penyaluran bansos pangan pada 15 Februari 2024.

Bapanas berkoordinasi dengan Perum Bulog

Berkaitan dengan itu, Bapanas telah berkordinasi dengan Perum Bulog perihal masalah tersebut.

Bulog diminta mengoptimalkan penyaluran sebelum masa tenang dan pasca-pemungutan suara serta mengkoordinasikannya dengan dinas urusan pangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

"Kami tegaskan kembali, bantuan pangan ini sebenarnya bukan hanya jelang pemilu. Bantuan pangan ini tentunya dilakukan oleh pemerintah. Jadi, negara itu hadir di saat memang diperlukan. Agendanya juga tidak mengikuti agenda politik, tetapi memang sesuai dengan kebutuhan," ujar Arief.

Realisasi bantuan pangan beras sampai 6 Februari telah mencapai 179.149.760 kilogram. Rencananya program bantalan ekonomi masyarakat ini akan dilaksanakan hingga Juni mendatang.