Pemerintah Dongkrak Sektor Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah menargetkan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Airlangga Hartarto menekankan reformasi dan kebijakan Bebas Visa Kunjungan.
Pemerintah memperkuat pasar domestik lewat konsep micro-tourism, stimulus transportasi Lebaran, promosi destinasi digital nomad, dan branding Indonesia.
Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendorong sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di tengah eskalasi konflik global. Sektor pariwisata sendiri telah menyumbang Rp945,7 triliun atau setara dengan 3,97 persen dari total PDB Indonesia pada 2025.
Meski demikian, gejolak geopolitik diproyeksi akan mengganggu konektivitas global yang menguji sektor pariwisata. Kementerian Pariwisata memproyeksi Indonesia kehilangan 5.500 wisatawan mancanegara dan potensi kerugian devisa Rp184,8 miliar per hari jika dimitigasi dengan baik.
“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, dan membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” ujar Airlangga dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/3).
Menko Airlangga memaparkan beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah agar pariwisata Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain, di antaranya melakukan perluasan Bebas Visa Kunjungan (BVK).
Berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, implementasi kebijakan Bebas Visa Kunjungan di Indonesia kepada 169 negara sejak 2015 berhasil memacu pertumbuhan wisatawan hingga 15 per per tahun dan secara langsung mampu menciptakan 400.000 lapangan kerja baru pada sektor pariwisata.
Kementerian Pariwisata juga telah mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai respons cepat terhadap situasi saat ini.
Kemudian, Indonesia dinilai perlu memperkuat pasar domestik dan memanfaatkan momentum libur Lebaran sebagai jaring pengaman utama dengan mengadopsi konsep micro-tourism, yaitu destinasi dalam radius perjalanan darat dikemas untuk memiliki pengalaman yang mendalam.
Pemerintah juga telah memberikan stimulus diskon transportasi pada periode Lebaran 2026 dan kebijakan Work from Anywhere (WFA) guna menunjang pergerakan wisatawan ke berbagai daerah.
Di samping itu, Airlangga menyatakan Indonesia perlu melakukan negosiasi rute internasional baru dan memperkuat branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil.
Selain itu, Indonesia juga didorong untuk mempromosikan destinasi bagi digital nomad demi menangkap peluang migrasi talenta digital profesional di wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau atau KEK Kura-Kura Bali.
“Dengan gejolak nilai tukar saat ini, seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan,” kata Airlangga.
















