Beban Kelistrikan Idulfitri Capai 35.017 MW, PLN Pastikan Keandalan Pasokan

- PLN memproyeksikan beban puncak listrik Idulfitri mencapai 35.017 MW dan memastikan pasokan aman hingga akhir Lebaran 2026 dengan cadangan daya sebesar 16.950 MW.
- Sebanyak 72.053 personel disiagakan di 3.700 posko seluruh Indonesia, didukung ribuan kendaraan operasional serta peralatan seperti genset, UPS, gardu bergerak, dan truk crane untuk menjaga keandalan listrik.
- Sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali diprioritaskan dengan proyeksi beban puncak 22.453 MW dan cadangan daya 11.044 MW, ditopang PLTGU Cilegon berkapasitas total 740 MW.
Jakarta, FORTUNE - PT PLN (Persero) memproyeksi beban puncak kelistrikan pada periode Idulfitri mencapai 35.017 megawatt (MW). PLN pun memastikan pasokan listrik bakal aman sampai periode akhir lebaran 2026.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan perseroan telah menyiapkan sistem kelistrikan nasional yang andal. Dengan daya mampu pasok sebesar 51.967 MW, maka masih terdapat cadangan daya yang mencukupi sebesar 16.950 MW atau sekitar 16,9 gigawatt (GW).
"Kami sudah cek pasokan energi primer nasional aman, mulai dari batu bara, gas, hingga BBM. Pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk juga telah tuntas dilakukan jauh sebelum Ramadan dan Idulfitri," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Selassa (17/3).
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut diperoleh lewat asesmen ketat yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari, mulai dari pembangkitan hingga pada jaringan distribusi pelanggan.
Di sisi lain, PLN telah menyiagakan 72.053 personel yang tersebar di 3.700 posko siaga di seluruh Indonesia selama periode lebaran tahun ini. Mobilitas personel tersebut didukung oleh 4.901 unit mobil operasional dan 4.594 unit motor operasional guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan kelistrikan.
Sementara untuk mendukung operasional di lapangan, PLN menyiapkan berbagai alat pendukung mencakup 2.005 unit genset, 773 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.349 unit gardu bergerak (UGB), serta 429 unit truk crane yang siap digunakan. Darma menegaskan upaya ini dilakukan agar suplai listrik untuk masyarakat terus terjaga.
PLN juga mengkhususkan sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), sebab wilayah ini dinilai sebagai tujuan pemudik. PLN memproyeksikan beban puncak sebesar 22.453 MW dengan daya mampu pasok mencapai 33.497 MW, sehingga sistem tetap dalam kondisi aman dengan cadangan daya sekitar 11.044 MW.
Adapun, salah satu penopang kelistrikan wilayah Jamali adalah PLTGU Cilegon. Pembangkit tersebut dioperasikan oleh subholding PLN Indonesia Power dan memiliki kapasitas terpasang sebesar 740 MW, yang terdiri dari dua unit turbin gas masing-masing 240 MW serta satu unit turbin uap 260 MW.
Pembangkit ini berperan penting dalam menopang keandalan subsistem 150 kilovolt (kV) Cilegon yang memasok kebutuhan listrik untuk kawasan industri serta masyarakat di wilayah Banten, sekaligus terhubung dengan sistem interkoneksi Jawa–Bali.
















