NEWS

Tiga Negara Penyumbang Surplus Perdagangan RI Sepanjang 2022

2022 jadi tahun dengan surplus perdagangan terbesar.

Tiga Negara Penyumbang Surplus Perdagangan RI Sepanjang 2022Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (dok.Kemendag)
01 March 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Neraca dagang Indonesia sepanjang 2022 mencatatkan surplus US$54,53 miliar dan menjadikannya surplus terbesar sepanjang sejarah. Margin besar tersebut berasal dari pesatnya ekspor Indonesia ke beberapa negara.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan setidaknya terdapat tiga negara mitra dagang penyumbang surplus perdagangan nonmigas pada 2022, yakni Amerika Serikat, India dan Filipina.

“Memang ekspor kita didominasi oleh beberapa negara, tidak hanya Barat. Sekarang terjadi perluasan,” ujarnya dalam pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan di Lampung yang disiarkan secara virtual, Rabu (1/3).

Negeri Paman Sam menyumbang surplus US$18,89 miliar, India US$16,16 miliar, dan Filipina US$11,41 miliar. 

Zulkifli mengatakan ekspor berkontribusi signifikan terhadap surplus perdagangan dengan persentase 24,49 persen dan total nilai US$291,98 miliar. Sementara itu, total impor Indonesia mencapai US$237,45 miliar sehingga total perdagangannya tahun lalu mencapai US$529,43 miliar. 

Lakukan penyederhanaan aturan

Zulkifli juga cukup optimistis perekonomian Indonesia tidak mengalami perlambatan. Karena itu, agar sektor perdagangan kian mulus memberikan sumbangsih, katanya, aturannya harus disederhanakan. 

“Secara garis besar, kita lakukan agar ekspornya mudah, tidak banyak aturan yang menghambat,” ujarnya.

Selain menyederhanakan aturan, Kementerian Perdagangan juga menjalin kerja sama perdagangan.

Salah satu yang disebutnya berhasil adalah perjanjian dagang bebas Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang melibatkan sepuluh negara anggota ASEAN dan lima negara mitranya (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru). 

"Yang sudah kita selesaikan ASEAN, makannya ASEAN naik. Hubungan kita dengan Malaysia tinggi, hampir US$10 miliar. Filipina tadi surplusnya US$11 miliar,...hampir Rp200 triliun. Dengan Malaysia hampir Rp160 triliun," ujar Zulkifli.

Dalam negeri masih jadi pekerjaan rumah

Saat ini pekerjaan rumah Kementerian Perdagangan adalah menyederhanakan regulasi perdagangan di dalam negeri. Menurut Zulkifli, regulasi yang terlalu rumit akan menambah biaya perdagangan.

"Biji pala dari Lampung mau dibawa ke Semarang jangan susah. Durian dari Lampung dibawa ke Jawa jangan sulit. Nanas mau dibawa ke Jawa jangan susah, harus bebas. Eropa saja bebas dagangnya. ASEAN saja bebas. Masa sesama Indonesia saja susah. Ini yang [kami] beresin," kata dia.

Related Topics