Comscore Tracker
NEWS

Kemenkeu Tarik Pinjaman Rp2,1 Triliun untuk Tol Trans Jawa Selatan

Tol yang akan dibangun di Jawa Timur dan Yogyakarta.

Kemenkeu Tarik Pinjaman Rp2,1 Triliun untuk Tol Trans Jawa SelatanVolume kendaraan arus balik di Tol Trans Jawa Batang-Semarang dari arah Semarang (7/5) terpantau lancar. (ANTARAFOTO/Aji Styawan)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menarik pinjaman sebesar US$150 juta atau setara Rp2,16 triliun dari Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IsDB) untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan Tol Trans Jawa Bagian Selatan tahap 2 (TRSS-2).

Ini merupakan pinjaman kedua dari total pembiayaan pembangunan TRSS-2 sebesar US$450 juta dengan skema yang sesuai dengan prinsip syariah islam.

Perjanjian pembiayaan tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, dengan Vice President (Operation) IsDB, Mr. Mansur Muhtar dalam rangkaian Sidang Tahunan IsDB, Senin (6/6), serta disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden IsDB Muhammad Sulaiman Al Jaseer. 

Sebelumnya, IsDB juga berpartisipasi dalam pembiayaan proyek TRSS-1 sebesar US$250 juta (Service Ijarah US$15 juta dan Istisnaa US$235 juta), di mana perjanjian pembiayaan ditandatangani pada tanggal 16 Mei 2017 dan akan closed pada tahun 2023. 

"Tujuan dari pembangunan infrastruktur jalan TRSS-2 tersebut adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan di seluruh Jawa bagian Selatan," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (7/6).

Rahayu menjelaskan, ruas jalan yang akan dibangun berlokasi di Provinsi Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Jalan tol dengan estimasi panjang sekitar 67.78 km (termasuk jembatan sepanjang 443.1 m) tersebut akan meliputi wilayah kabupaten Tulungagung, Blitar, Malang, dan Bantul. 

Selain dengan IsDB, pembiayaan infrastruktur ini juga bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (ADB), dengan modalitas pendanaan terpisah. "Selanjutnya implementasi pembangunan jalan dan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," imbuhnya.

Menyambung koridor Selatan Jawa

Sebelumnya, pembangunan infrastruktur TRSS-1 sepanjang 100 km dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah menyambung koridor selatan pulau Jawa sepanjang 1400 km. Harapannya, pada saat keseluruhan pembangunan infastruktur diselesaikan, waktu tempuh perjalanan dapat dipotong hingga setengahnya. 

"Dengan kondisi transportasi yang semakin lancar dan singkat, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut diharapkan akan semakin meningkat dan dapat mendorong kenaikan pendapatan masyarakat," kata Rahayu.

Ia menambahkan, pembiayaan TRSS ini juga merupakan bagian dari keseluruhan komitmen kerja sama pemerintah dan IsDB untuk terus mengembangkan kemitraan pembangunan dalam rangka memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota dan ekonomi terbesar IsDB. 

Saat ini Indonesia sedang melaksanakan lima proyek kegiatan yang dibiayai oleh IsDB di sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pertanian dan perhubungan dengan total nilai lebih dari US$1 miliar.

Dalam kerangka kerja sama tersebut, Indonesia dan IsDB tengah merumuskan Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk periode 2022-2025. 

"Indonesia dan IsDB berkomitmen untuk membangun kemitraan yang sejajar (equal partnership), dengan saling membantu termasuk melalui pengembangan kerja sama pengetahuan dan pengalaman terbaik," tandasnya.

Related Articles