Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran 2026, Antisipasi Macet

Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran 2026, Antisipasi Macet
Ilustrasi jalan tol (unsplash.com/Eugene Vovk)
Intinya Sih
  • Pemerintah menetapkan rekayasa lalu lintas nasional untuk arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui SKB lintas kementerian guna menjaga kelancaran dan ketertiban perjalanan masyarakat.

  • Sistem one way, contra flow, serta kebijakan ganjil genap diberlakukan di sejumlah ruas tol utama seperti Semarang–Solo hingga Jakarta–Cikampek pada periode 23–29 Maret 2026.

  • Operasional angkutan barang dibatasi di berbagai ruas tol dan non-tol seluruh Indonesia sejak 13 hingga 29 Maret 2026 demi mengurangi kemacetan selama masa libur Lebaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 di beberapa ruas jalan strategis. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga ketertiban selama libur Lebaran 2026.

Pengaturan lalu lintas selama periode tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Bina Marga dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Berikut beberapa rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran 2026 yang akan diterapkan secara nasional.

1. Sistem satu arah (one way)

Dilansir situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, pemerintah akan melakukan sistem satu arah atau contra flow sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas arus balik dan mudik Lebaran 2026.

Penerapan sistem ini pada periode arus balik berlaku di sepanjang ruas jalan Tol Semarang-Solo KM 421 sampai Jakarta-Cikampek (Japek) KM 70. Sistem satu arah akan dijadwalkan mulai dari Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

2. Sistem contra flow

Sistem contra flow juga akan diberlakukan untuk mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas selama periode libur Lebaran 2026. Dalam hal ini, sistem contra flow diberlakukan di ruas jalan tol Japek dan Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Berikut ketentuannya pada arus balik Lebaran 2026.

Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 70 sampai KM 47

  • Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB-Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Ruas jalan tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri) sampai KM 8 (Cipayung)

  • Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00-19.00 WIB
  • Minggu, 29 Maret pukul 14.00-19.00 WIB

3. Kebijakan ganjil genap selama Lebaran 2026

Rekayasa lalu lintas arus balik berikutnya adalah kebijakan ganjil genap yang akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan tol. Adapun penerapan sistem ganjil genap pada arus balik Lebaran 2026, yaitu sebagai berikut:

Ruas jalan tol Semarang-Batang KM 414 sampai Jakarta-Cikampek KM 47

  • Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai dengan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Ruas jalan tol Tangerang-Merak KM 98 sampai KM 31

  • Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai dengan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Perlu diingat, kebijakan ganjil genap dikecualikan pada sejumlah kendaraan. Mulai dari pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum berpelat kuning, kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas, dan kendaraan operasional pengelola jalan tol sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Pembatasan operasional angkutan barang

Pemerintah akan membatasi operasional angkutan barang, meliputi mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, mobil kereta tempelan atau gandengan, serta pengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan selama periode Lebaran 2026.

Pengaturan lalu lintas ini dilakukan di sejumlah ruas tol dan non-tol mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat. Berikut rincian ruas jalan yang dibatasi.

Ruas jalan tol

1. Riau

  • Pekanbaru - Kandis – Dumai

2. Jambi dan Sumatera Selatan

  • Betung (Simpang Sekayu) - Tempino - Jambi (segmen Bayung Lencir – Tempino - Simpang Ness)

3. Lampung dan Sumatera Selatan

  • Bakauheni - Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung - Palembang

4. DKI Jakarta - Banten

  • Jakarta – Tangerang – Merak

5. DKI Jakarta

  • Prof. DR. Ir. Sedyatmo
  • Jakarta Outer Ring Road I (JORR I)
  • Dalam Kota Jakarta (Cawang - Tomang - Pluit dan Cawang - Tanjung Priok - Ancol Timur - Jembatan Tiga/Pluit)

6. DKI Jakarta dan Jawa Barat

  • Jakarta - Bogor – Ciawi
  • Ciawi -  Cigombong – Cibadak
  • Bekasi - Cawang - Kampung Melayu
  • Jakarta – Cikampek

7. Jawa Barat

  • Cikampek - Purwakarta - Padalarang – Cileunyi
  • Cikampek - Palimanan – Kanci
  • Jakarta - Cikampek II Selatan segmen Sadang - Setu (Fungsional)
  • Cileunyi - Sumedang – Dawuan
  • Bogor Ring Road (BORR)

8. Jawa Barat - Jawa Tengah

  • Kanci – Pejagan

9. Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta

  • Pejagan - Pemalang - Batang – Semarang
  • Krapyak - Jatingaleh (Semarang)
  • Jatingaleh - Srondol (Semarang)
  • Jatingaleh- Muktiharjo (Semarang)
  • Semarang - Solo – Ngawi
  • Semarang - Demak (seksi Sayung - Demak)
  • Yogyakarta - Solo - NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura - Klaten - Prambanan)
  • Yogyakarta - Solo - NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan - Purwomartani) (Fungsional)
  • Yogyakarta - Bawen (Seksi Ambarawa - Bawen) (Fungsional)

10. Jawa Timur

  • Ngawi – Kertosono
  • Kertosono – Mojokerto
  • Mojokerto – Surabaya
  • Surabaya – Gempol
  • Gempol – Pandaan – Malang
  • Surabaya – Gresik
  • Gempol - Pasuruan – Probolinggo
  • Probolinggo – Banyuwangi (Seksi Gending - Kraksaan - SS Paiton - Besuki) (Fungsional)

Ruas jalan non-tol

1. Sumatera Utara

  • Bts. Provinsi Aceh - Tanjung Pura - Stabat - Binjai - Medan - Lubuk Pakam - Sei Rampah
  • Sei Rampah - Tebing Tinggi - Lima Puluh - Kisaran - Aek Kanopan - Rantauprapat - Kota Pinang - Bts Riau
  • Medan - Berastagi
  • Pematang Siantar - Parapat Simalungun - Porsea - Balige

2. Riau

  • Bts. Sumatera Utara/Riau - Pekanbaru - Bts Riau/Jambi
  • Pekanbaru - Bangkinang Bts. Riau/Sumatera Barat

3. Jambi dan Sumatera Barat

  • Jambi - Tebo - Dharmasraya - Padang
  • Padang - Bukit Tinggi - Bts. Riau/Sumatera Barat
  • Bts.  Riau/Jambi -  Jambi - Bts. Jambi/Sumatera Selatan

4. Jambi - Sumatera Selatan - Lampung

  • Bts. Jambi/Sumatera Selatan - Palembang - Bts. Sumatera Selatan/Lampung - Bujung Tenuk - Bandar Lampung - Bakauheni
  • Bts. Jambi/Sumatera Selatan - Palembang - Bts. Sumatera Selatan/Lampung - Bujung Tenuk – Sukadana - Bakauheni

5. DKI Jakarta - Banten

  • Jakarta - Tangerang - Serang - Cilegon - Merak

6. Banten

  • Merak - Cilegon - Lingkar Selatan Cilegon - Anyer - Labuhan
  • Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto
  • Serang – Pandeglang - Labuan

7. DKI Jakarta - Jawa Barat

  • Jakarta - Bekasi – Cikampek – Pamanukan - Cirebon

8. Jawa Barat

  • Bandung - Nagreg - Tasikmalaya - Ciamis - Banjar
  • Nagreg - Kadungora – Leles - Garut
  • Bandung - Sumedang – Majalengka - Cirebon
  • Bogor – Ciawi - Sukabumi – Cianjur - Cipatat - Bandung
  • Ciawi – Cisarua - Puncak - Cianjur
  • Padalarang – Gadog – Bangkong - Cimahi
  • Karawang – Subang – Indramayu - Cirebon
  • Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Jampang – Cianjur – Garut – Tasikmalaya -Pangandaran - Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat)
  • Subang – Lembang - Bandung

9. Jawa Barat - Jawa Tengah

  • Cirebon-Brebes

10. Jawa Tengah

  • Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan - Batang - Kendal – Semarang - Demak
  • Pejagan – Tegal - Purwokerto
  • Bawen – Magelang - Yogyakarta
  • Solo – Klaten - Yogyakarta
  • Semarang - Salatiga - Boyolali - Bawen – Magelang - Yogyakarta

11. Jawa Tengah - Jawa Timur

  • Solo - Ngawi

12. D.I. Yogyakarta

  • Yogyakarta – Wates
  • Yogyakarta – Sleman - Magelang
  • Yogyakarta - Wonosari
  • Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendels) 

13. Jawa Timur

  • Mantingan - Ngawi - Kertosono – Mojokerto - Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo - Banyuwangi
  • Probolinggo - Lumajang - Jember - Banyuwangi
  • Pandaan - Malang
  • Madiun – Caruban - Jombang
  • Bulu - Lamongan - Gresik - Surabaya 

14. Bali

  • Denpasar - Gilimanuk
  • Nusa Dua - Denpasar

15. Kalimantan Tengah

  • Palangka Raya - Pulang Pisau - Kapuas - Bts. Kalimantan Selatan
  • Palangka Raya – Sampit - Pangkalan Bun
  • Buntok - Palangka Raya;
  • Tamiang Layang - Bts. Kalimantan Selatan
  • Sei Hanyo - Kuala Kurun - Bawan - Bukit Liti - Palangka Raya

Demikian sejumlah rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran 2026 yang dipersiapkan pemerintah untuk mendukung mobilitas masyarakat. Semoga bermanfaat!

FAQ seputar rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran 2026

Apa saja rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran 2026 yang ditetapkan pemerintah?

Ada beberapa rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan pada arus balik Lebaran 2026, mulai dari sistem satu arah, sistem contra flow, kebijakan ganjil genap, dan pembatasan operasional angkutan barang.

Kapan puncak arus balik Lebaran 2026?

Arus puncak balik Lebaran diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret 2026 serta gelombang kedua pada 28-19 Maret 2026.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan perjalanan pada arus balik Lebaran 2026?

Pemudik disarankan untuk melakukan perjalanan sebelum atau sesudah puncak arus balik Lebaran 2026 untuk menghindari kepadatan lalu lintas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in News

See More