Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Apa Penopang Utamanya?

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, dengan PDB Rp6.552,1 triliun.
Konsumsi pemerintah tumbuh tertinggi 15,97 persen, sementara konsumsi rumah tangga naik 5,06 persen sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan.
Jawa mendominasi ekonomi dengan kontribusi 56,47 persen, sedangkan Bali-Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan wilayah tertinggi 6,10 persen.
Jakarta, FORTUNE — Badan Pusat Statistik (BPS) mewartakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II-2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja konsumsi, belanja pemerintah, serta sejumlah sektor usaha yang masih mencatat ekspansi positif.
Berdasarkan data BPS yang dirilis pada Rabu (5/8), nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai Rp6.552,1 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.576,2 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Selain tumbuh secara tahunan, perekonomian juga meningkat 3,73 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter). Sedangkan, pertumbuhan semester I-2026 mencapai 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Table of Content
Konsumsi pemerintah tumbuh tertinggi hingga 15,97 persen
Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 15,97 persen secara tahunan. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen dan tetap menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan konsumsi masyarakat tetap terjaga dalam dua kuartal terakhir. Menurutnya, kondisi itu didukung momentum hari besar keagamaan, libur sekolah, realisasi gaji ke-13 bagi aparatur negara dan pensiunan, serta penyaluran bantuan sosial.
Selain itu, konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat 6,93 persen. Pertumbuhan itu didorong aktivitas keagamaan pada perayaan Idul Adha, di mana jumlah pemotongan hewan kurban juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Industri pengolahan jadi penyumbang terbesar PDB
Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDB. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyebut lima lapangan usaha utama menyumbang 63,73 persen terhadap PDB Indonesia.
“Lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar kepada PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Total kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 63,73 persen dari total PDB Indonesia,” ujar Edy dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS di Jakarta, Rabu (5/8).
BPS mencatat sektor pengadaan listrik dan gas tumbuh paling tinggi secara tahunan, yakni 10,81 persen. Secara kuartalan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 12,26 persen.
Sektor utama lainnya juga tumbuh positif. Industri pengolahan tumbuh 4,52 persen, konstruksi 6,68 persen, perdagangan dan reparasi 6,39 persen, serta pertanian 3,80 persen.
Pulau Jawa dominasi struktur ekonomi nasional
BPS mencatat Pulau Jawa masih menjadi pusat ekonomi Indonesia. Pada triwulan II-2026, Jawa menyumbang 56,47 persen terhadap PDB nasional dan tumbuh 5,65 persen secara tahunan.
Sumatera menyumbang 22,50 persen dengan pertumbuhan 5,06 persen. Kalimantan berkontribusi 8,15 persen dan tumbuh 4,10 persen, sedangkan ekonomi Sulawesi tumbuh 5,53 persen.
Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan wilayah tertinggi sebesar 6,10 persen. Sementara itu, Maluku dan Papua tumbuh 1,36 persen dengan kontribusi 2,76 persen terhadap perekonomian nasional.
Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen. Ekspor dan impor masing-masing meningkat 4,13 persen dan 8,82 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026 dibandingkan semester I-2025. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.
FAQ seputar pertumbuhan ekonomi Indonesia
| Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026? | Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy). |
| Berapa nilai PDB Indonesia pada triwulan II-2026? | PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun. |
| Komponen pengeluaran apa yang tumbuh paling tinggi? | Konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan. |
| Wilayah mana yang memberi kontribusi terbesar terhadap ekonomi nasional? | Pulau Jawa dengan kontribusi 56,47 persen terhadap PDB nasional. |



















