Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Menkeu Suahasil Laporkan Defisit APBN Agustus 2026 Capai Rp240,5 Triliun

2 min read
Menkeu Suahasil Laporkan Defisit APBN Agustus 2026 Capai Rp240,5 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dok Fortune Indonesia
  • Defisit APBN hingga Agustus 2026 tercatat Rp240,5 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB.
  • Belanja negara Rp2.295,7 triliun lebih besar daripada pendapatan negara yang mencapai Rp2.055 triliun.
  • Suahasil Nazara menyebut kinerja APBN tetap kuat, dengan keseimbangan primer surplus Rp154 triliun dan defisit terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah defisit APBN hingga Agustus masih terkendali?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Agustus 2026 sebesar Rp240,5 triliun triliun, atau 0,93 persen terhadap PDB.

Defisit tersebut terjadi karena belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Defisit ini meningkat dibandingkan Juli 2026 sebesar Rp235,6 triliun dan Rp196,5 triliun pada April 2026.

Secara terperinci, pendapatan negara mencapai Rp2.055 triliun atau tumbuh 25,4 persen (YoY) atau 65,2 persen dari target, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp2.295,7 triliun atau tumbuh 17,1 persen atau 59,7 persen dari pagu.

“Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9).

Hingga Juni 2026, pendapatan negara naik 25,4 persen secara tahunan dengan realisasi Rp2.055,6 triliun. Kenaikan tersebut disebabkan penerimaan perpajakan tumbuh 21,7 persen atau sebesar Rp1.619,3 triliun. Secara terperinci, penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen dengan nilai Rp1.409 triliun dan kepabeanan dan cukai naik 7,8 persen menjadi Rp210,2 triliun.

Apabila diperinci, penerimaan pajak hingga Agustus 2026 didominasi oleh PPh non-migas yang tercatat Rp722,2 triliun, dilanjut PPN dan PPnBM sebesar Rp591,5 triliun, PPh Migas Rp39 triliun, serta PBB dan pajak lainnya Rp56,4 triliun.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun.

Dari sisi belanja negara, belanja pemerintah pusat naik 29 persen menjadi Rp1.791,5 triliun yang terdiri dari belanja K/L dan belanja non K/L. Belanja K/L tumbuh 33 persen menjadi Rp912,4 triliun dan belanja non K/L tumbuh 25 persen menjadi Rp879,1 triliun.

Berbeda dengan komponen lain, transfer ke daerah tercatat turun 11,8 persen menjadi Rp504,3 triliun atau setara 72,8 persen dari pagu.

Sementara itu, surplus keseimbangan primer sebesar Rp154 triliun.Pembiayaan anggaran Rp473,5 triliun 68,7 persen dari target total pembiayaan APBN.

“Ini on track karena kita juga sudah berada di bulan September,” kata Suahasil.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More