Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bantah Isu RKAB Batu Bara, Bahlil Sebut El Nino dan Perbaikan Pembangkit Pemicu Listrik Padam

3 min read
Bantah Isu RKAB Batu Bara, Bahlil Sebut El Nino dan Perbaikan Pembangkit Pemicu Listrik Padam
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan gangguan listrik, terutama di Sulawesi Selatan, dipicu El Nino yang menurunkan debit air dan kemampuan PLTA, bukan RKAB batu bara.
  • Pemerintah dan PLN akan menggelar rapat untuk memetakan wilayah kekurangan daya, menyiapkan pasokan pengganti, serta meningkatkan antisipasi; Kalimantan juga tertekan akibat pembangkit dalam perbaikan.
  • Daya mampu hidro Sulbagsel turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW. PLN menyiapkan tambahan 627 MW, mengoptimalkan pembangkit, dan mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menyiapkan langkah mitigasi dan pasokan pembangkit alternatif guna mengantisipasi gangguan kelistrikan di beberapa daerah.

Penurunan debit air akibat El Nino memicu kemerosotan daya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), terutama di wilayah Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan gangguan pasokan listrik tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis. Dia membantah spekulasi yang mengaitkan pemadaman listrik dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan batu bara.

“Jangan lagi lampu mati alasan RKAB. Ini kita fair-fair saja. Enggak ada apa-apa urusannya lampu mati di Kalimantan sama di Sulawesi,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9).

Rendahnya ketersediaan air pasca-fenomena El Nino menekan kapasitas produksi pembangkit hidro secara signifikan.

“Di sana memang adalah PLTA, El Nino, kemudian airnya rendah,” ujarnya.

Bahlil mengakui kondisi ini menjadi koreksi bagi pemerintah dan PLN dalam mengantisipasi dinamika pasokan daya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah krisis kelistrikan meluas.

“Ini memang kesalahan kita juga. Antisipasi dari PLN-nya harus kita lakukan secara bersama-sama,” katanya.

Sebagai langkah cepat, pemerintah menjadwalkan rapat terbatas bersama PLN guna memetakan kawasan kritis defisit listrik sekaligus menyiapkan sumber energi pengganti.

“Sore ini kami ada [rapat terbatas] menyangkut dengan PLN,” ujar Bahlil.

Sistem kelistrikan Sulawesi Selatan menjadi salah satu fokus perhatian utama. Penurunan debit air di wilayah tersebut secara langsung menekan operasionalisasi sejumlah pembangkit hidro.

“Kami sudah mencari solusi, [yakni] mengganti sementara dengan pembangkit yang lain,” kata Bahlil.

Sementara itu, tekanan pasokan listrik di Kalimantan memiliki kompleksitas berbeda. Selain imbas kemarau, sejumlah unit pembangkit di kawasan tersebut sedang menjalani perbaikan terjadwal.

Pemerintah tetap membuka ruang pemetaan di wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis serupa. Langkah proaktif ini diambil agar kendala pasokan dapat diantisipasi secara dini.

  1. Daya mampu PLTA Sulbagsel anjlok

    Sebelumnya, sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel) menghadapi tekanan setelah daya mampu sejumlah pembangkit hidro mengalami penurunan. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi El Nino membuat produksi PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) ikut turun.

    Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan daya mampu agregat pembangkit hidro di sistem Sulbagsel turun dari sekitar 850 megawatt (MW) menjadi hanya 250 MW. Artinya, terjadi penurunan sekitar 600 MW.

    Penurunan tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.

    Demi menjaga keandalan sistem, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan, mulai dari mempercepat perbaikan pembangkit, mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia, hingga menyiapkan tambahan kapasitas pasokan mencapai 627 MW.

    PLN juga mempercepat perbaikan pembangkit lain yang mengalami gangguan. Pada Senin (14/9), Darmawan meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 MW milik swasta di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

    PLTU tersebut mengalami gangguan teknis yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik ke sistem Sulbagsel. PLN turut mendukung percepatan perbaikan agar pembangkit tersebut dapat kembali beroperasi.

    “Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem,” ujar Darmawan.

    Dia mengatakan PLN secara bersamaan terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More