Comscore Tracker
NEWS

Revitalisasi, Penerbangan Bandara Halim Geser ke Soetta & Pondok Cabe

Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma tunggu Perpres.

Revitalisasi, Penerbangan Bandara Halim Geser ke Soetta & Pondok CabeBandara Halim Perdanakusuma. Shutterstock/Bima Adhitya

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Kementrian Perhubungan menyatakan siap untuk merevitalisasi bandar udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto mengatakan, saat proses revitalisasi berlangsung, nantinya penerbangan berjadwal, tidak berjadwal dan kargo akan dipindahkan.

"Yang menggunakan pesawat terbang jet, akan berpindah ke Bandara Soekarno Hatta, sedangkan untuk operasional pesawat terbang non jet (propeller) akan dipindahkan ke Bandara Pondok Cabe,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (28/12).

Khusus penerbangan berjadwal dengan rute yang telah eksis, akan dilakukan optimalisasi slot yang ada di Bandara Soekarno Hatta. Sementara itu untuk rute yang selama ini dilayani dari Bandara Halim PK tetapi belum ada di Bandara Soekarno Hatta, nantinya akan diterbitkan rute baru melalui aplikasi Angud Online (AOL).

“Kami sudah mengadakan sejumlah pertemuan dengan stakeholder penerbangan terkait perpindahan operasional Bandara Halim PK ini,” ungkapnya.

Novie melanjutkan, saat ini Kemenhub juga masih menunggu proses Peraturan Presiden yang jadi syarat pelaksanaan revitalisasi. "Aspek-aspek yang harus dipenuhi dalam rangka revitalisasi Bandara Halim, telah kami rapatkan bersama dengan Kementerian/Lembaga terkait, sehingga pada pelaksanaannya semua dapat berjalan lancar, dan masing-masing bisa melaksanakan tugas dan fungsinya,” tuturnya.

Adapun aspek-aspek tersebut meliputi administratif, angkutan udara, kebandarudaraan, navigasi penerbangan, keamanan penerbangan, serta kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara. 

Sementara itu, terkait Navigasi Penerbangan, Novie menuturkan AirNav Indonesia telah menyampaikan safety assessment terkait pengalihan operasi penerbangan dari Bandara Halim PK. Sementara itu, operator juga akan menyesuaikan skema pengalihan operasi penerbangan dari Bandara Halim PK ke Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Pondok Cabe.

“Kami berharap, proses revitalisasi Bandara Halim PK ini dapat berjalan sesuai rencana, tentunya dengan dukungan penuh dari semua pihak,” katanya.

Revitalisasi Dianggap Tepat

Sebelumnya, pengamat penerbangan, Alvin Lie, menganggap tepat rencana pemerintah menutup sementara Bandara Halim Perdanakusuma untuk melakukan revitalisasi. Pasalnya, bandara tersebut butuh perbaikan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas Halim di masa mendatang.

“Saya menilai sekarang ini adalah saat yang tepat selagi trafik transportasi udara ini belum naik lagi kembali semula,” kata Alvin kepada Fortune Indonesia, November lalu.

Fasilitas yang perlu diperbaiki, kata dia, salah satunya adalah landasan pacu. Pasalnya, infrastruktur tersebut kerap menimbulkan masalah karena permukaannya telah mengelupas. Desain landas ancang (taxiway ) juga butuh dibenahi agar lebih efisien. Gedung terminal pun demikian.

Alvin Lie yang juga Komisaris PT Asia Aerotechnology ini mengatakan, menilai Halim Perdanakusuma juga dapat difungsikan sebagai bandara utama untuk penumpang VVIP, seperti kepala negara dan tamu-tamu negara. Sebab, perbaikan juga perlu dilakukan pada gedung-gedung VVIP sehingga lebih representatif.

“Jangan lupa bahwa bandara Halim ini sebenarnya adalah pangkalan TNI AU di mana penerbangan sipil ini yang numpang,” katanya.

Bandara Halim tercatat mulai memberikan layanan penerbangan komersial pada Januari 2014. Hal ini demi mengalihkan kepadatan lalu lintas penerbangan di Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Halim per 2020 mencapai 3,51 juta orang. Pada periode sebelum pandemi atau 2019, bandara ini melayani 6,04 juta penumpang.

Related Articles