Jakarta, FORTUNE - Indonesia resmi menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keikutsertaan Indonesia menjadi langkah untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI).
Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Menko Airlangga, bersama para perwakilan sekitar 30 negara lainnya, bersamaan dengan rangkaian acara Konferensi WAIC 2026 di Shanghai Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Indonesia menjadi salah satu anggota pendiri (founding member) dalam organisasi ini.
“Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the AI divide),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Jumat (17/9).
Ketiga puluh negara yang telah menandatangani dokumen perjanjian pendirian WAICO tersebut yaitu Aljazair, Belarus, Brasil, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, Etiopia, Indonesia, Kazakstan, Kenya, Kirgistan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, dan RRT.
WAICO adalah organisasi internasional antar Pemerintah yang independen dan berfokus pada kerja sama kecerdasan buatan (AI) di ranah sipil (civilian domain) secara inklusif dan non-diskriminatif.
Dalam implementasinya di Indonesia, Menko Airlangga menilai bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat dioptimalkan dalam bidang pertanian modern, pengelolaan energi terbarukan, serta inovasi layanan kesehatan digital. Lebih dari itu, pengembangan dan adopsi AI tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur digital yang kuat, khususnya Pusat Data (Data Center).
“Saya rasa saat ini ekonomi digital Indonesia bernilai US$13 miliar, dan kita sedang menuju US$300 miliar, di mana jumlah tersebut akan berlipat ganda dengan adanya AI,” ujar Menko Airlangga.
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan deklarasi tersebut, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan platform WAICO dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional, mematangkan kesiapan infrastruktur data center di dalam negeri, meningkatkan daya saing sumber daya manusia di bidang AI, serta membuka peluang kolaborasi internasional yang memberikan nilai tambah signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
