Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPS Catat Inflasi September 2026 Sebesar 0,30 Persen, Dipicu Cabai Rawit
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Dok Fortune Indonesia
  • BPS mencatat inflasi bulanan September 2026 sebesar 0,30 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21 persen.

  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan, terutama dari cabe rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

  • Inflasi terjadi di 36 provinsi secara bulanan, sementara secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi dengan Sulawesi Utara sebagai yang tertinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komoditas apa yang paling terasa mendorong inflasi?
Vote Now
Agustus 2026

BPS mencatat inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan.

September 2026

BPS mencatat inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan, 3,28 persen secara tahunan, dan 2,17 persen secara tahun kalender.

Kamis (1/10)

Ateng Hartono menjelaskan penyebab inflasi dalam konferensi pers rilis BPS di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komoditas apa yang paling terasa mendorong inflasi?
Vote Now
  • What?
    Inflasi bulanan September 2026 tercatat sebesar 0,30 persen, sedangkan inflasi tahunan sebesar 3,28 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 2,17 persen.
  • Who?
    Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tersebut. Ateng Hartono menjelaskan kelompok pengeluaran dan komoditas yang memengaruhinya.
  • Where?
    Inflasi tertinggi secara bulanan terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,5 persen, sedangkan deflasi terjadi di Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen.
  • When?
    Inflasi tercatat pada September 2026. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers rilis BPS pada Kamis (1/10).
  • Why?
    Inflasi dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, komponen inti, harga diatur pemerintah, serta harga bergejolak.
  • How?
    Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil inflasi bulanan 0,26 persen, terutama dari cabe rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan komoditas lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komoditas apa yang paling terasa mendorong inflasi?
Vote Now

BPS bilang harga barang pada September 2026 naik sedikit. Harga cabai, daging ayam, beras, dan makanan lain ikut membuat inflasi. Ada 36 provinsi yang mengalami inflasi, sedangkan dua provinsi mengalami deflasi. Sulawesi Utara punya inflasi paling tinggi. Sekarang, BPS juga mencatat semua provinsi mengalami inflasi secara tahunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komoditas apa yang paling terasa mendorong inflasi?
Vote Now

Data BPS memuat rincian inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran, komponen, provinsi, dan komoditas. Rincian tersebut menunjukkan sumber perubahan harga secara lebih terukur, mulai dari makanan dan transportasi hingga bensin, emas perhiasan, serta bahan bakar rumah tangga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komoditas apa yang paling terasa mendorong inflasi?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan (mtm) pada September 2026,. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat sebesar 3,28 persen (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 2,17 persen (ytd).

Sebelumnya, BPS mencatat inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (mtm) pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa inflasi pada September 2026 dipengaruhi sejumlah kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab inflasi bulanan September 2026 dengan andil inflasi 0,26 persen dan tingkat inflasi sebesar 0,88 persen.

“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama cabe rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers rilis BPS, Jakarta, Kamis (1/10).

Selain itu, inflasi juga dipengaruhi cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen, daging ayam ras 0,05 persen, beras 0,03 persen, telur ayam ras 0,02 persen, ikan segar dan kangkung masing-masing dengan andil 0,01 persen.

Secara month to month, 36 provinsi mengalami inflasi dan 2 mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,5 persen dan deflasi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen.

Sementara itu, menurut inflasi secara tahunan berdasarkan kelompok pengeluaran, pendorong utama inflasi tersebut adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,28 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,58 persen.

Selanjutnya, secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara yaitu sebesar 7,59 persen.

Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sumatera Selatan yaitu sebesar 2,55 persen.

Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi. Andil inflasi tertinggi disumbang oleh komponen inti sebesar 1,82 persen. Komoditas yang dominan memberikan anggil inflasi yaitu emas perhiasan, minyak goreng, telepon seluler, laptop, notebook, dan juga pelumas atau olimesin.

Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,25 persen dengan anggil inflasi sebesar 0,63 persen. Komoditas yang dominan memberikan anggil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin atau SKM, dan juga bahan bakar rumah tangga.

Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen. Komponen ini memberikan anggil inflasi sebesar 0,83 persen. Komoditas yang dominan memberikan anggil inflasi pada komponen harga bergejolak terutama daging ayam ras, cabe rawit, beras, dan juga daging sapi.

Bagikan pendapatmu

Komoditas apa yang paling terasa mendorong inflasi?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article