Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Kinerja Q2-2026 Meningkat, Diversifikasi Portofolio Kunci Hadapi Volatilitas Pasar

Kinerja Q2-2026 Meningkat, Diversifikasi Portofolio Kunci Hadapi Volatilitas Pasar
Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Chatib Basri, pada acara Risk Awareness Series 2026 yang diselenggarakan oleh Prudential Indonesia di Jakarta/Dok Prudential Indonesia
  • IMF dan S&P Global memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen dalam beberapa tahun mendatang, ditopang fundamental nasional yang relatif kuat meski ketidakpastian global tinggi.
  • Survei Kegiatan Dunia Usaha BI mencatat SBT triwulan II-2026 naik menjadi 12,97 persen dari 10,11 persen, didorong sektor utama dan permintaan domestik saat HBKN serta libur sekolah.
  • Pelaku pasar disarankan tidak menunda investasi akibat volatilitas, melainkan menerapkan alokasi portofolio terukur, pengelolaan dinamis, serta integrasi risiko, perlindungan, dan peluang pertumbuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa pilihanmu saat pasar berfluktuasi?
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) hingga S&P Global memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5 persen dalam beberapa tahun ke depan di tengah tingginya ketidakpastian global.

Prospek ini ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang relatif kuat serta peningkatan kinerja dunia usaha pada triwulan II-2026, yang membuka peluang ekspansi bagi sektor bisnis maupun masyarakat dalam mengelola portofolio keuangan.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Chatib Basri, menilai kekuatan fundamental tersebut memberikan ruang bagi dunia usaha, individu, hingga keluarga untuk terus bertumbuh. Kendati demikian, dinamika geopolitik, volatilitas pasar keuangan, perubahan kebijakan ekonomi global, serta akselerasi teknologi tetap menjadi faktor yang memengaruhi keputusan finansial.

“Ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. Yang membedakan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka,” ujar Chatib dalam keterangan resminya pada forum Risk Awareness Series 2026 yang diselenggarakan oleh Prudential Indonesia di Jakarta, Rabu (12/8).

Sinyal penguatan ekonomi ini sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) yang mencatat kenaikan kinerja pada triwulan II-2026. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 12,97 persen, meningkat dari triwulan sebelumnya yang 10,11 persen.

Peningkatan aktivitas bisnis tersebut didorong oleh kinerja positif sejumlah Lapangan Usaha (LU) utama, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan; konstruksi; serta pertambangan dan penggalian. Kondisi ini terakselerasi oleh terjaganya permintaan domestik selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan musim libur sekolah.

Dari sudut pandang investasi, pasar yang bergerak dinamis dinilai bukan menjadi penghalang dalam mengumpulkan aset. President Director Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, menegaskan volatilitas merupakan bagian alami dari siklus ekonomi.

“Oleh karena itu, ketidakpastian tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda perencanaan investasi, melainkan momentum untuk memastikan strategi investasi tetap relevan dengan tujuan keuangan jangka panjang,” kata Michael.

Michael menyarankan pelaku pasar membangun portofolio yang teralokasi secara terukur dan dikelola secara dinamis mengikuti pergerakan pasar guna meredam dampak volatilitas.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menyatakan integrasi antara pengelolaan risiko, perlindungan, dan peluang pertumbuhan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan aset.

"Di tengah dinamika ekonomi saat ini, kemampuan memahami dan mengelola risiko menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan jangka panjang,” ujar Adit.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in News

    See More