Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Listrik Pascabanjir di Sumatra

- Pemerintah hanya memberikan diskon di daerah-daerah yang benar-benar terdampak.
- Sebanyak 176 desa belum teraliri listrik dari total sekitar 6.500 desa di seluruh Provinsi Aceh.
Jakarta, FORTUNE - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan diskon tarif listrik bagi wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana banjir bandang. Kebijakan ini disiapkan sebagai bagian dari upaya meringankan beban pelanggan yang masih berada pada tahap pemulihan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan wacana pemberian diskon tarif listrik tersebut muncul setelah kementeriannya menerima surat permohonan dari sejumlah kepala daerah di wilayah terdampak bencana. Permohonan itu, kata Bahlil, mencerminkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat kerusakan infrastruktur dan terganggunya aktivitas sosial-ekonomi.
“Prinsipnya, Kementerian ESDM akan memberikan diskon,” kata Bahlil dalam acara jumpa pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1).
Meski demikian, Bahlil mengatakan pemerintah masih melakukan perhitungan teknis terkait durasi dan besaran diskon tarif listrik yang akan diberikan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan kebijakan tersebut tepat sasaran dan tetap memperhatikan kemampuan fiskal negara.
“Namun, kami lagi excercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi, kami lagi menghitung,” katanya.
Bahlil menyatakan kebijakan diskon tarif listrik ini akan difokuskan untuk daerah-daerah yang benar-benar terdampak bencana. Pemerintah tidak ingin kebijakan ini diterapkan secara merata tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan.
“Jangan sampai saudara-saudara kita yang kena bencana dan yang tidak kena disamakan,” kata Bahlil.
Ia juga memastikan rencana tersebut akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, PT PLN (Persero) per Jumat (2/1), masih berjibaku memulihkan jaringan listrik di Aceh yang rusak akibat banjir bandang. Hingga kini, masih 176 desa belum teraliri listrik dari total 6.500 desa di seluruh Provinsi Aceh.
Tantangan utama dalam proses pemulihan adalah sulitnya medan dan terputusnya akses jalan. Karenanya, mobilisasi material dan personel ke lokasi terdampak pun terpengaruh.
Meski begitu, PLN memastikan proses pemulihan tetap berjalan secara bertahap, terutama di desa-desa yang masih terisolasi.
Desa-desa tersebut tersebar di Aceh Tengah (68 desa), Gayo Lues (40 desa), Bener Meriah (38 desa), Aceh Timur (20 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Bireuen (2 desa), serta masing-masing 1 desa di Aceh Utara dan Aceh Barat.


















