Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Akselerasi EBT, PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I
Ilustrasi pegawai PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
  • PLN meluncurkan proyek PLTS Mentari Nusantara I berkapasitas 1,225 gigawatt sebagai langkah percepatan pengembangan energi baru terbarukan menuju target Net Zero Emission 2060.
  • Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN mengonsolidasikan sejumlah proyek dalam satu paket strategis untuk meningkatkan efisiensi, kepastian investasi, dan daya tarik sektor energi bersih nasional.
  • Proyek ini menjadi program unggulan yang mendukung target pembangunan PLTS 100 gigawatt, memperkuat TKDN, serta mendorong pertumbuhan industri dan lapangan kerja hijau di berbagai wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT PLN (Persero) meluncurkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I berkapasitas total 1,225 gigawatt sebagai langkah percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia.
  • Who?
    Proyek ini digagas oleh PT PLN (Persero) melalui penjelasan Direktur Utama Darmawan Prasodjo dan Direktur Manajemen Proyek serta Energi Baru Terbarukan Suroso Isnandar.
  • Where?
    Pembangunan PLTS Mentari Nusantara I akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua.
  • When?
    Proses tender resmi dijadwalkan dimulai pada 30 April 2026 dengan target operasi komersial seluruh proyek pada tahun 2029.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat serta memperkuat bauran energi bersih nasional dan kemandirian energi Indonesia.
  • How?
    PLN menerapkan strategi pengadaan terintegrasi “GIGA ONE” dengan sistem bundling sejumlah proyek dalam satu paket strategis guna meningkatkan efisiensi, daya tarik investasi, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I berkapasitas total 1,225 gigawatt yang dikembangkan melalui skema pengadaan terintegrasi bertajuk “GIGA ONE”, dengan proses tender resmi dimulai pada 30 April 2026.

GIGA ONE menjadi terobosan baru dalam model pengadaan pembangkit energi terbarukan skala besar. Melalui skema bundling atau konsolidasi sejumlah proyek dalam satu paket strategis, PLN mendorong terciptanya skala keekonomian yang lebih optimal dan memberikan kepastian proyek yang lebih terukur bagi investor.

Andalkan Strategi Bundling GIGA ONE

Ilustrasi salah satu pembangkit energi baru terbarukan (EBT), PLTS Oelpuah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi bagian dari upaya percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pendekatan pengadaan terintegrasi ini dirancang untuk mempercepat realisasi proyek energi bersih sekaligus memperkuat daya tarik investasi di sektor ketenagalistrikan nasional.

“Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujar Darmawan.

Menurutnya, proyek ini tidak hanya memperkuat bauran energi bersih nasional dan menopang kemandirian energi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian, termasuk mendorong pertumbuhan green jobs.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa pengadaan PLTS Mentari Nusantara I melalui GIGA ONE merupakan flagship program yang menjadi penggerak awal dalam mendukung target pemerintah membangun PLTS berkapasitas 100 gigawatt, sebagaimana digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Suroso.

Selain mempercepat pembangunan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memperkuat manufaktur energi nasional. Dengan demikian, rantai pasok dalam negeri akan semakin kokoh dan berdaya saing.

Secara kapasitas, PLTS Mentari Nusantara I sebesar 1,225 gigawatt akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatra (35 MW), Kalimantan (340 MW), Jawa (600 MW), Sulawesi (50 MW), Nusa Tenggara Barat (80 MW), serta Maluku dan Papua (120 MW). Seluruh proyek ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2029.

Ke depan, strategi pengadaan terintegrasi GIGA ONE juga akan direplikasi dalam pengembangan pembangkit hidro, bayu, serta Battery Energy Storage System (BESS) secara terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan nasional menuju sistem energi bersih yang mandiri, tangguh, dan berdaulat.

“GIGA ONE menjadi blueprint baru pengadaan energi terbarukan di Indonesia dan tonggak penting dalam perjalanan transisi energi nasional,” kata Suroso. (WEB)

Topics

Editorial Team