Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Profil Irvian Bobby, Sultan Kemnaker Tersangka Pemerasan

uang rupiah
Ilustrasi kasus pemerasan (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya sih...
  • Irvian Bobby Mahendro Putro merupakan tersangka kasus pemerasan sertifikasi K3 senilai Rp81 miliar.
  • Kekayaan Irvian mencapai Rp3,9 miliar menurut LHKPN 2021, namun diduga tidak sesuai realita.
  • KPK menyebut praktik pemerasan sertifikasi K3 berlangsung sejak 2019 hingga 2024 dengan total aliran dana mencapai Rp81 miliar, di mana Irvian diduga menikmati porsi terbesar, yaitu sekitar Rp69 miliar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Nama Irvian Bobby Mahendro Putro (IBM) belakangan menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Sosok yang akrab disapa Irvian ini bahkan dijuluki Sultan Kemnaker karena disebut sebagai pejabat dengan kekayaan terbesar di lingkungannya.

Julukan itu pertama kali diungkap oleh Immanuel Ebenezer (Noel), mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus serupa. Noel menyebut Irvian sebagai pejabat bergelimang harta, bahkan sampai menghadiahinya motor Ducati. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan pernyataan itu dan mengungkap bahwa Irvian memang tercatat memiliki kekayaan cukup besar serta menerima aliran dana hingga puluhan miliar rupiah dari praktik pemerasan.

Kasus ini pun langsung menarik perhatian publik. Bagaimana latar belakang sosok Irvian Bobby Mahendro hingga akhirnya dikenal sebagai “Sultan” Kemnaker? Berikut ulasan lengkapnya.

Profil dan biodata Irvian Bobby Mahendro

Irvian Bobby Mahendro adalah aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Ketenagakerjaan. Ia menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 untuk periode 2022–2025.

Pendidikan Irvian cukup mentereng. Ia menempuh Sarjana (S1) Teknik Mesin di Universitas Trisakti dan lulus pada 2008, kemudian melanjutkan ke jenjang Magister (S2) Manajemen di Universitas Satyagama yang diselesaikan pada 2010. Dengan latar belakang tersebut, kariernya di Kemnaker berfokus pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Namun, karier cemerlangnya ternodai setelah ia disebut sebagai salah satu dari 11 tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3. KPK menyebut praktik itu berlangsung sejak 2019 hingga 2024 dengan total aliran dana mencapai Rp81 miliar, di mana Irvian diduga menikmati porsi terbesar, yaitu sekitar Rp69 miliar.

Harta kekayaan Irvian Bobby

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2021, Irvian tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp3,9 miliar. Kekayaannya didominasi aset properti, kendaraan mewah, hingga simpanan kas. Rinciannya sebagai berikut:

  • Tanah dan bangunan seluas 145 m²/54 m² di Jakarta Selatan senilai Rp1,27 miliar (hibah tanpa akta).

  • Mobil Mitsubishi Pajero 2016 hasil pembelian pribadi senilai Rp335 juta.

  • Harta bergerak lainnya sebesar Rp75,2 juta.

  • Kas dan setara kas sebesar Rp2,2 miliar.

Meski demikian, KPK menduga nilai itu tidak sesuai dengan realita. Pasalnya, selama proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan aliran dana pemerasan senilai Rp69 miliar ke rekening maupun penggunaan pribadi Irvian. Dana tersebut disebut dipakai untuk belanja, hiburan, uang muka rumah, hingga kendaraan mewah.

Kasus pemerasan Sertifikasi K3 yang melibatkan Irvian

Kasus pemerasan mencuat ketika KPK melakukan pengungkapan praktik dugaan pemerasan dalam penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemnaker. Dalam praktiknya, harga sertifikat tersebut dipatok lebih tinggi dari seharusnya, lalu dana mengalir ke sejumlah pejabat.

Total kerugian atau aliran dana ilegal ditaksir mencapai Rp81 miliar, dengan Rp69 miliar di antaranya diduga diterima langsung oleh Irvian. Noel selaku Wamenaker juga disebut ikut menerima sekitar Rp3 miliar, bahkan mendapatkan hadiah motor Ducati dari Irvian.

Atas temuan ini, KPK menilai Irvian bukan hanya penerima aliran dana terbesar, tetapi juga diduga otak di balik mekanisme pemerasan tersebut. Sampai saat ini, Irvian Bobby Mahendro belum memberikan klarifikasi langsung terkait kasus maupun julukan Sultan yang disematkan kepadanya.

KPK menyebut Irvian juga tidak patuh dalam pelaporan LHKPN karena jumlah kekayaan yang dilaporkan tidak sesuai dengan temuan awal penyidikan. Bagaimanapun, perjalanan hukum Irvian Bobby Mahendro masih menunggu pembuktian di persidangan.

FAQ seputar Kemnaker

  1. Apa tugas utama Kemnaker Indonesia?

    Kemnaker bertugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang ketenagakerjaan, termasuk pelatihan, hubungan industrial, dan perlindungan pekerja.

  2. Program apa yang sering dijalankan Kemnaker?

    Beberapa programnya meliputi pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan pengawasan ketenagakerjaan.

  3. Siapa yang memimpin Kemnaker Indonesia saat ini?

    Kemnaker dipimpin oleh seorang Menteri Ketenagakerjaan yang ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda DS
EditorYunisda DS
Follow Us