Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Proyek PSEL Bekasi Dimulai, 500 Ribu Ton Sampah Diolah Jadi Listrik
Foto udara pekerja menggunakan ekskavator saat memindahkan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (2/8). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
  • Danantara memulai pembangunan PSEL Bekasi senilai sekitar Rp3 triliun untuk mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun menjadi listrik.
  • Proyek ini diproyeksikan menangani sekitar 70% sampah terolah Kota Bekasi, setelah seleksi proposal yang meloloskan dua dari enam konsorsium.
  • PSEL Bekasi ditargetkan menekan emisi TPA hingga 80%, mengurangi 640.000 ton CO2 per tahun, dan memasok energi hijau bagi 55.000 rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perpres Nomor 109 Tahun 2025

Perpres Nomor 109 Tahun 2025 terbit. Danantara melanjutkan mandat pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

2 Januari hingga 30 Januari 2026

Evaluasi proposal proyek PSEL Bekasi berlangsung. Enam konsorsium menyerahkan proposal dan dua konsorsium dinyatakan lolos.

Rabu (26/8)

Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi disiarkan secara virtual.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di Kota Bekasi didorong oleh Danantara.
  • Who?
    BPI Danantara, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir, serta dua konsorsium yang lolos evaluasi terlibat dalam proyek PSEL Bekasi.
  • Where?
    PSEL dibangun di Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Peresmian pembangunan disiarkan secara virtual pada Rabu (26/8). Evaluasi proposal berlangsung pada 2 Januari hingga 30 Januari 2026.
  • Why?
    Proyek ini diarahkan untuk menangani persoalan sampah sekaligus menyediakan sumber energi bersih bagi masyarakat.
  • How?
    Enam konsorsium menyerahkan proposal, lalu dua konsorsium lolos seleksi dan evaluasi dengan mengacu pada standar lingkungan EU-IED.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

PSEL Bekasi sedang dibangun oleh Danantara. Tempat ini akan mengubah lebih dari 500 ribu ton sampah tiap tahun menjadi listrik. Pandu Sjahrir bilang proyek ini bernilai sekitar Rp3 triliun. Dua dari enam konsorsium lolos evaluasi. Listriknya diproyeksikan bisa untuk 55 ribu rumah di Kota Bekasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

PSEL Bekasi membuka peluang pengelolaan sampah yang menggabungkan kebutuhan lingkungan dan energi. Kapasitas pengolahan yang ditargetkan dapat mengurangi beban TPA, sementara proyeksi penurunan emisi dan pasokan listrik bagi 55 ribu rumah menunjukkan manfaat yang direncanakan dari fasilitas tersebut bagi Kota Bekasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun menjadi energi listrik.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pembangunan PSEL Bekasi menjadi salah satu langkah menjawab persoalan sampah sekaligus menyediakan sumber energi bersih bagi masyarakat.

"Sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, Danantara telah bergerak cepat melanjutkan mandat pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik secara terstruktur dan profesional, termasuk di Kota Bekasi," ujar Pandu dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat, yang disiarkan secara virtual, Rabu (26/8).

Proyek tersebut telah melalui serangkaian tahapan evaluasi guna memastikan pembangunan dan pengoperasiannya memenuhi standar yang ditetapkan. Salah satu proses penting dilakukan melalui evaluasi proposal yang berlangsung pada 2 Januari hingga 30 Januari 2026.

Dalam proses tersebut, enam konsorsium menyerahkan proposal untuk mengembangkan proyek PSEL Bekasi. Setelah melalui proses seleksi dan evaluasi, hanya dua konsorsium yang dinyatakan lolos.

"Kami menggunakan energi hijau dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU-IED atau European Industrial Emission Directive," kata Pandu.

PSEL Kota Bekasi ditargetkan memiliki kemampuan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah tiap tahun. Kapasitas tersebut diproyeksikan dapat menangani sekitar 70 persen timbunan sampah yang terolah di Kota Bekasi.

Pengolahan sampah menjadi energi listrik ini diharapkan memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), fasilitas tersebut akan mengubah sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi sumber energi.

Dari sisi lingkungan, Pandu memperkirakan PSEL Bekasi mampu menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen. Proyek ini juga diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara karbon dioksida (CO2) setiap tahun.

"Di sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi," ujar Pandu.

Dengan demikian, proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan persampahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyediakan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Editorial Team

Related Article